This is the stories of my life, my thought, also my feeling. Sad, desperate, laugh, happiness...everything. I just hope we all can learn something. Enjoy

Saturday, November 04, 2006

For (wannabe) a Second Mom...I Just wanna say "THANK YOU.."

Assalamualaikum Ibu? Apakah Ibu disana baik-baik saja? Semoga Ibu dsana senantiasa sehat..
Maaf, karena lebaran saya tidak bertandang kesana. Hanya sekedar menitipkan salam pada putri dan putra Ibu serta mohon maaf atas kesalahan saya...

Saya hendak memberi kabar Bu. Ya, kabar dari saya. Aduh, saya harap Ibu tidak terkejut mendengarnya. Saya ...

Saya sedang dekat dengan putra Ibu.

Saya bukan penganut paham jatuhhatipadapandanganpertamanisme. Dan saya tidak ingin rasa itu ada, pada saat yang belum seharusnya hadir.

Saya sangat amat jarang bertemu dengan putra Ibu, bahkan dalam 6 tahun ini, hanya dapat dihitung jari. Hingga terkadang pun saya lupa bagaimana wajah putra Ibu...

Pertemanan saya, baik sejak SMA maupun sekedar sms atau email ternyata akhir-akhir ini menuai satu hal. Saya mulai menyukai hal-hal kecil yang ada pada dirinya yang bahkan saya baru tahu akhir2 ini. Saya memang sedikit melupakan wajahnya (Ibu pasti tertawa jika tahu betapa saya sangat pelupa). Yang saya ingat, saya suka senyumnya. Cara ia menyipitkan mata setiap kali cahaya datang dari depan dan menyorot wajahnya. Gelaknya. Kebiasaannya membetulkan letak kaca mata atau dengan serius mengajari saya matematika dan fisika (hingga saya yang pemalas ini langsung juara satu hingga kedua orang tua tercinta saya bikin syukuran hahaha..).

Hanya itu?

Masih banyak, Bu.

Bu, kami punya kepribadian yang sangat berbeda. Minat berbeda. Hobi yang tak sama. Saya yang berkutat dengan dunia sosialita, dan dia yang bergelung teori2 fisika. Dan anehnya, saya kok ya bisa menerima sisi-sisi lain dari dirinya. Bersabar ketika ia datang menghubungi disaat saya sudah terlelap, pada kebiasaannya bercerita hal-hal yang sama sekali bukan bidang saya (iya Bu, ih putra Ibu itu sering sekali deh bercerita teori Schrodingger, yang bikin saya kebengong-bengong ga ngerti dan nyaris pengen bales dendam bercerita tentang hukum tata negara ha ha ha). Tapi ya begitulah, selain masalah bidang 'aneh' yang kami geluti, nyambung2 aja tuh...

Saya juga tidak ribut dan menerima kecintaannya akan dunia hitung-menghitung (yang mungkin dia anggap sebagai tantangan main tebak-tebakkan yang mengasyikkan), seperti halnya dia juga tidak meributkan dunia sosialita saya yang penuh hiruk-pikuk...

Ia tempat saya berbagi tentang beragam mimpi (”pengen deh buka usaha sendiri, capek aja gitu kerja kantoran. Aku juga ingin terus bepergian dan melihat tempat-tempat baru. Aku juga terus berusaha menjadi orang yang lebih baik setiap harinya,” ini sebagian mimpi yang pernah saya tuturkan padanya Bu)

Kesabaran putra Ibu juga luas. Ia bisa dengan tenang menghadapi saya yang kadang-kadang (kadang-kadang atau sering ya?) manyun dan diam seribu bahasa saat suasana hati sedang tak cerah. Atau dengan sabar mendengar segala celoteh saya yang banyakan tidak penting.

Dan saya tahu, jika sudah tiba saatnya nanti, kepadanyalah akan saya tambatkan hati saya, kepadanyalah segala rindu akan tertuju, kepadanyalah akan saya curahkan segenap kasih. Dan kepadanyalah, saya akan menjadikan diri saya makmum dibelakangnya. Mengabdikan sisa hidup saya menjadi pendamping hingga ke surgaNYA.

Hingga tiba saatnya nanti, Insya Allah, saya akan benar-benar jatuh hati pada putra Ibu.

Terima kasih telah membesarkan putra Ibu, mengantarkannya hingga ia menyelesaikan pendidikan; memberinya bekal agama yang cukup, hingga saya tak meragukan dirinya mampu menjadi imam; membesarkannya dengan rasa kasih yang dalam, sangat dalam (dari cerita-cerita putra Ibu, saya tahu ia hidup di lingkungan keluarga yang sangat-sangat hangat). Terima kasih atas segala yang telah Ibu lakukan untuknya. Terima kasih...

Jika tiba saatnya nanti, kami, saya dan putra Ibu, akan saling menjaga satu sama lain. Menyelaraskan langkah tanpa harus memangkas ruang gerak masing-masing. Mudah-mudahan, kami akan baik-baik saja, besok, esok, dan keesokan harinya lagi. Dan kami tak akan pernah lepas dari doa yang Ibu panjatkan...

Rasanya sudah terlalu banyak yang saya tulis. Saya sudahi dulu di sini saja Bu. Teriring doa dan peluk cium untuk Ibu.

Salam Hangat,
Dina

-CoMmeNtS-

dyah Says:
oooowwnngg…..so sweeeeeeeeeeeeeeeet………

ciplok Says:
lovely letters

neenoy Says:
aih, seneng deh bacanya. Kamu jadi anakku aja deehh!!!! witta big hug, dahling!

devie Says:
nyenengin buat dibaca. mbak keren deh kalo soal ngolah kata.

indri Says:
indah sekali, Na

roi Says:
wah-wah-wah…
mendingan diomongin langsung kayanya ya…

reena Says:
aih … aih …
semoga si Ibu juga nge-blog dan buka postingan mba Dina ini … hihihi …

yenie Says:
iya Bu … saya juga sangat bersyukur kalao eh .., um …, a-a-da p-put-putra Ibu satu lagi yang masih lajang, hehehe ..

dika Says:
Lho lho lho…? Kok aku kelewatan beberapa episode dirimu ya?
Gak sopaaaaann!!!

rani Says:
so, wedding bell segera terdengar
so happy 4 you sister *bighugs*

SyL
Innaaa.. senang sekali baca tulisannya.
‘love is in the air’ nya terasa sekali.
wish we could continue our conversation over gasoline hunting from kuta - jimbaran - uluwatu - kuta again. once again, i am so happy to read your post. salam kenal mbak syl untuk si empunya mambu srengenge hi hi hi.

ssst… it was nice meeting you in bali, something in which coincident and unplanned is sweet and wonderful, isn't it?

Lelaki harum karbolmu yang patah hati Says:
weQ!!
aku malah jadi sedih…
mengingat masa depan ku hampir pasti tidak sesuai dgn harapanku…
after all nice letter…

T_T *KABBUURR*

gre Says:
eh, cowoknya baru lagi yah? hi.. hi.. *oneng*
lalu yang hobi makan di warung ciek du tigo onde mande cusde, si tukang ojek itu piye kabare? he.. he..

tukang nggedeblues Says:
ikut seneng, Na !!! hehehehehe……..

kapan nih, mo diresmikan ke jenjang yang lebih serius? tak tunggu lho, undangane….hehehehehe

GReTaN Says:
jadi putranya sapa tuh, Jeng?

hanny Says:
Innaaaalucu sekali posting-an yang ini … hmmm ceritanya udah mau ketemu ‘camer’ ya? hehehe ayo, kirimkan postingan ini pada Ibunya … !

restituta Says:
“duh, manisnya calon istri anakku”, kata Ibu si harum matahari sambil tersenyum dari langit… hi hihi

Na, inget, kirim undangan ar!san ke temen2 yaa, sebelom THR mereka abis! *reminder supernorak lewat tempat yg ga semestinya, biar lo sebel, hahaha*
love u sis! salam buat si beach boy (beneran nelayan ato tukang sewa papan surfing sih?!?!)!

paman tyo Says:
Nak Dinna, saya juga pernah muda. Pernah kasmaran. Pernah berbunga-bunga. Pernah bingungan. Pernah gumunan. Pernah GR — bahkan sering.

Nikmatilah masa mudamu, Nak. Petiklah cinta, piaralah dalam hatimu dengan sebaik-baiknya perawatan.

Milikilah dia dengan sepenuh pemahaman, tanpa niat menguasainya. (Hayahhh!)

pipit Says:
Dinna iniii.. gak berani ngomong langsung?! jangan chicken dong ah… *ngomporin* huehehe.

bril Says:
Na, si dia ini menebarkan harum matahari, ya? apa ya parfumnya?

stania Says:
Ibunya bukan Ibu Kita Kartini kan? hehehe :p

ny satya Says:
terharu dengan postingan kali ini. semoga jalan bahagia untuk kliyan berdua ya..

fortuna Says:
Very well said Na’… always amazed with the way you compose the words… flowy and brings out the emotion…

Apart from that… speak the love!!! Oooohhhh yeeeaaahhhhhhh!

kampret nyasar Says:
Udah cepetan ajak ngobrol aja anak-nya si Ibu itu.. kalau dia jual mahal, kasih tau saya, saya bersedia menunggumu loh hi hi hi *kabuurr, bareng si karbol*

amali Says:
Assalamualaikum Mbak Dina..
Kalimatmu sangat menggugah dan memberi inspirasi pada si pembaca..
aku yakin si “ibu” akan selalu tersenyum jika ia bisa membaca tulisanmu.
ajari aku menulis mbak…
terima kasih atas inspirasimu untuk terus menulis..dengan indah..
Aku doakan Tuhan terus memperkokoh simpul-simpul putih yang mengikat Mbak Dina dan si “Lelaki dengan wangi matahari” nya..
Wassalamualaikum..

ndoro kakung Says:
Na, anakku kan masih kelas 1 SD. ah, kamu pedofil ya … kekekek….

mamat Says:
as usual, awesome story

dinda Says:
aku sebeeeeellll…. aku iriiiiiiiiiiii… hiks.. mau dong punya kawiiinnn hiks..hiks..

Friday, November 03, 2006

Mahap Yaa...

Taqobbalallahu minnaa wa minkum, shiyaamanaa wa shiyaamakum, kullu aam wa antum bi khair, ja'alallaahu lanaa wa lakum minal 'aaidiin wal faaiziin


Mohon maap atas semuuaaa kenakalan Dina slama ini yaaa... Jujur deh, sbenernya tuh knakalan Dina kbanyakan ga disengaja loh. Tapi ada juga sih yang disengaja, tapi beneran deh, ga ada niyat jahat. Cuma iseng doang sih he he he... Maklum anak muda. I'm only 24 years gitu loh!!

Tapi nih, MAHAAPP banget!! Dina ga janji gitu loh untuk tidak mengulangi kebandelan itu hi hi hi...

Yuukk baih baih.. MED LEBARAN YAAA....Muah muah muuaahhh

THANKS AND BIG HUGs TO :
Smua mua temen2 yang udah nelpon ato sms-in, trus ngimel, messenger, ngirim kartu (hi hi masih ada ternyata). Dari Tokyo sampe Banda Aceh. Dari Adelaide sampe Tanah Abang. Dari Cairo sampe velbak. Dari Jember sampe Petamburan. Dari Washington sampe Deutsche Bank. Dari Kuala Lumpur sampe Bandung. Dari Bengkulu sampe Sudirman. Dari Kundur sampe Wakatobe.Temen-temen blogger, temen-temen Kampus, temen-temen Pers, temen-temen di Medan, Malang, Kediri, Sby, Jkt, walah, semuanya deh pokoknya! Oh, ya.. khusus buat temen2 blogger, makasih ya semua ucapannya.

Makasih banyak atas semua ucapan selamatnya ya. Makasih atas semua maaf yang diberikan atas kebandelan Dina. Makasih juga atas doanya, khususnya yang doain aku supaya ga gendut lagi (semoga makin banyak yang doain, biar terkabul, amin!), juga yang doain agar tidak jomblo lagi, hahahaha…

Luv u all deh, muah muah muuaahhh

Doa Dikala Aku Ragu Akan Dirinya..


Apa yang aku pikirkan jika aku diminta oleh seseorang untuk menjadi bagian dari hidupnya? Keraguan. Apakah dia orang yang terbaik bagiku? Ataukah dia sesungguhnya bukanlah bagian jiwaku? Aku sadar, aku memiliki banyak kekurangan. Tapi apakah dia, orang yang akan melengkapi dan memperbaiki kekuranganku? Apakah dia akan mampu menjadi sandaran saat aku butuh penopang? Dan hal terpenting, apakah aku dapat melakukan hal yang sama padanya? Aku tak ingin memaksakan apa yang menjadi kehendakku, karena aku tahu hanya Allah yang tahu, siapa yang terbaik untuk menemaniku menjalani sisa hidupku dan pelengkap sayapku ke surga. Dan malam ini, aku pun hanya bisa memohonkan padaMu, untuk menguatkan hati dan niatku akan apapun takdirMu yang tergariskan atasku…

Ya Allah...
Seandainya telah Engkau catatkan
dia akan mejadi teman menapaki hidup
Satukanlah hatinya dengan hatiku
Titipkanlah kebahagiaan diantara kami
Agar kemesraan itu abadi
Dan ya Allah... ya Tuhanku yang Maha Mengasihi
Seiringkanlah kami melayari hidup ini
Ke tepian yang sejahtera dan abadi
Tetapi ya Allah...
Seandainya telah Engkau takdirkan...
...Dia bukan milikku
Bawalah ia jauh dari pandanganku
Luputkanlah ia dari ingatanku
Ambillah kebahagiaan ketika dia ada disisiku
Dan peliharalah aku dari kekecewaan
Serta ya Allah ya Tuhanku yang Maha Mengerti...
Berikanlah aku kekuatan
Melontar bayangannya jauh ke dada langit
Hilang bersama senja nan merah
Agarku bisa berbahagia walaupun tanpa bersama dengannya
Dan ya Allah yang tercinta...
Gantikanlah yang telah hilang
Tumbuhkanlah kembali yang telah patah
Walaupun tidak sama dengan dirinya....
Ya Allah ya Tuhanku...
Pasrahkanlah aku dengan takdirMu
Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan
Adalah yang terbaik buatku
Karena Engkau Maha Mengetahui
Segala yang terbaik buat hambaMu ini
Ya Allah...
Cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku
Di dunia dan di akhirat
Ya Allah ya Tuhanku yang Maha mengasihi..
Jangan Engkau biarkan aku sendiri
Di dunia ini maupun di akhirat
Yang tak menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran
Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman
Supaya aku dan dia dapat membina kesejahteraan hidup
Ke jalan yang Engkau ridhai
Dan kurniakanlah padaku keturunan yang soleh
Amin... Ya Rabbal 'Alamin

PS : Ku harap kau juga berdoa hal yang sama malam ini...

Doa Dlm Mimpi Imajinerku...

Harapan.. itu adalah salah satu bagian dari doa yang kita ucapkan padaNya selain memohon ampun dan bersyukur. Harapan adalah memohon atas sesuatu yang sangatkan ingin kita wujudkan. Tapi terkadang, aku merasa sangat malu memohonkan sesuatu yang sangat baik dan sangat aku inginkan terjadi. Apakah aku pantas memintanya, setelah apa yang DIA berikan padaku? Setelah apa yang aku lakukan padaNYA? Tapi dilubuk hatiku yang terdalam, aku tau, DIA sangatlah pemurah, sangatlah penyanyang.. Bahkan jikalau aku tak memintanyanya pun, DIA tetap mengkaruniakan anugerah yang bergitu besar pada diriku. Jika sudah begini, nikmat apa yang hendak aku dustakan lagi?

Doa yang aku panjatkan sebelum menikah :
“Ya Allah, karuniakanlah aku suami yang sholeh dan penyayang, yang mampu menjadi imam atasku.. yang senantiasa mendorongku untuk semakin mencintaiMu dan dapat melengkapi sehelai sayapku ke surgaMu”

Doa yang kupanjatkan jika selesai menikah:
“Ya Allah beri aku anak yang sholeh dan sholehah, agar mereka dapat mendoakanku ketika nanti aku mati dan menjadi salah satu amalanku yang tidak pernah putus.”

Doa yang akan kupanjatkan ketika anak-anakku lahir:
“Ya Allah beri aku kesempatan menyekolahkan mereka di sekolah Islami yang baik meskipun mahal, beri aku rizki untuk itu ya Allah….”

Doa yang akan kupanjatkan ketika anak-anakku sudah mulai sekolah:
“Ya Allah….. jadikan dia murid yang baik sehingga dia dapat bermoral Islami, agar dia bisa khatam Al Quran pada usia muda.”

Doa yang akan kupanjatkan ketika anak-anakku sudah beranjak remaja:
“Ya Allah jadikan anakku bukan pengikut arus modernisasi yang mengkhawatirkanku. Ya Allah aku tidak ingin ia mengumbar auratnya, karena dia ibarat buah yang sedang ranum.”

Doa yang akan kupanjatkan ketika anak-anakku menjadi dewasa:
“Ya Allah entengkan jodohnya, berilah jodoh yang sholeh pada mereka, yang bibit, bebet, bobotnya baik dan sesuai setara dengan keluarga kami.”

Doa yang akan kupanjatkan ketika anakku menikah:
“Ya Allah jangan kau putuskan tali ibu & anak ini, aku takut kehilangan perhatiannya dan takut kehilangan dia karena dia akan ikut suaminya.”

Doa yang akan kupanjatkan ketika anakku akan melahirkan:
“Ya Allah mudah-mudahan cucuku lahir dengan selamat. Aku inginkan nama pemberianku pada cucuku, karena aku ingin memanjangkan teritoria wibawaku sebagi ibu dari ibunya cucuku.”

Ketika kupanjatkan doa-doa itu, aku membayangkan Allah tersenyum dan berkata……

“Engkau ingin suami yang baik dan sholeh sudahkah engkau sendiri baik dan sholehah?
Engkau ingin suamimu jadi imam, akankah engkau jadi makmum yang baik?”
“Engkau ingin anak yang sholehah, sudahkah itu ada padamu dan pada suamimu.
Jangan egois begitu……masak engkau ingin anak yang sholehah
hanya karena engkau ingin mereka mendoakanmu….tentu mereka menjadi sholehah utama karena-Ku, karena aturan yang mereka ikuti haruslah aturan-Ku.”

“Engkau ingin menyekolahkan anakmu di sekolah Islam, karena apa?…… prestige? …… atau….engkau tidak mau direpotkan dengan mendidik Islam padanya?
Engkau juga harus belajar, Engkau juga harus bermoral Islami,
Engkau juga harus membaca Al Quran dan berusaha mengkhatamkannya.”

“Bagaimana engkau dapat menahan anakmu tidak menebarkan pesonanya dengan mengumbar aurat, kalau engkau sebagai ibunya jengah untuk menutup aurat?
Sementara engkau tahu Aku wajibkan itu untuk keselamatan dan kehormatan umat-Ku.”

“Engkau bicara bibit, bebet, bobot untuk calon menantumu,
seolah engkau tidak percaya ayat 3 & 26 surat An Nuur dalam Al Quran-Ku.
Percayalah kalau anakmu dari bibit, bebet, bobot yang baik maka yang sepadanlah yang dia akan dapatkan.”

“Engkau hanya mengandung, melahirkan dan menyusui anakmu.
Aku yang memiliki dia saja, Aku bebaskan dia dengan kehendaknya.
Aku tetap mencintainya, meskipun dia berpaling dari-Ku, bahkan ketika dia melupakan-Ku. Aku tetap mencintainya.”

“Anakmu adalah amanahmu, cucumu adalah amanah dari anakmu,
berilah kebebasan untuk melepaskan busur anak panahnya sendiri yang menjadi amanahnya.”

Lantas…… aku malu…… dengan imajinasiku sendiri….aku malu……
aku malu akan tuntutanku…….

Maafkan aku ya Allah……Maafkan aku….
Maafkan aku yang senantiasa meminta hal yang terbaik darimu, tanpa mau berusaha menjadi yang terbaik disisiMu…

Semburat Langit Merah Jambu itu...


Aku suka melihat langit. Luas. Biru. Tak terbatas. Langit bisa menyerap sedih. Langit seperti kawan. Langit biru bersih di pagi dalam guyuran cahaya matahari yang hangat adalah favoritku. Jenis langit lain yang aku suka adalah langit sore dengan semburat jingga di mana-mana. Senja bisa menarikku sejenak dari aktivitas yang tengah Aku lakoni. Menyenangkan. Langit malam hari dengan bintang kecil-kecil juga bisa mendatangkan perasaan senang. Dan aku paling suka melihat langit itu sambil tiduran di tepi pantai, saat itulah waktu terasa berhenti berjalan. Dan dunia terasa sangat luas.

Aku suka langit. Sejak dulu. Langit pagi hari, langit biru bersih, langit penuh bintang. Dan ah ya, satu lagi, langit merah jambu.

Aku tak pernah melihatnya hingga tadi malam. Ya, langit merah jambu itu. Saat itu aku dan dia duduk di bangku kayu, langit di atas kepala kami tiba-tiba penuh pulasan warna merah jambu. Aku melihatnya, ya, langit seperti kanvas saat kuas warna merah bercampur dengan warna putih digoreskan di atasnya. Ada satu dua bintang di sana. Dan selain itu, hanya ada kami disana…

Langit makin memerahjambu ketika laki-laki harum matahari itu berusaha menyusun kata. Aku mendengarkannya. Sebuah pernyataan sederhana. Datang dari hati. Dan pulasan merah jambu di langit itu semakin meluas. Dan dadaku sesak dipenuhi rasa bahagia yang sangat.

Aku tersenyum. Melihat langit merah jambu. Menatap wajahnya. Mengingat sebuah kalimat yang pernah diucapkan sahabat dekat … sesuatu yang tertunda itu bukan berarti tak mungkin. Sepanjang malam itu langit tetap merah jambu dengan satu dua bintang.

Dan kalian tahu, saat aku terbangun keesokan paginya, bintang-bintang dari malam merah jambu itu ternyata tertinggal di sini, di mataku. Seorang teman, sore tadi, berkata, hai, mengapa langkahmu terlihat lebih ringan, dan apa itu? aha, ada bintang di matamu.
Ya, aku bahkan tak bisa menyembunyikan pijarnya. Pijar bintang dari langit merah jambu kala itu.

ps. tenang... tenanggg... cuma oret2 doang kok! kikikikki... *pms, biasalah...*

-CoMmEnTs-

Mbilung Says:
Your father must be a thief. He stole all the stars in the sky and put it in your eyes….haiiiih. Ngomong2 nih din :
"tenang... tenanggg... cuma oret2 doang"
Saya tenang kok...kamu tenang nggak? Ha ha ha
Tapi laki2 mambu srengenge itu ada beneran ya? Jangan2 ‘dia’ itu saya? Kan saya bau matahari juga hehe * kaburrrr*

koeaing Says:
watricht ! sedeng djato tjinta roepanjah itoe....:P

Anonymous Says:
Miss u much dahling!! Kok sbulan ga apdet?
BTW, ini ini..ini… tulisan tentang saya ya? *kabuur jugaaa*
-BANDAR UDANG REBON-

Yoyok Says:
Dalam haru biru malam kumengenangmu
kamu tau ? telah kubuat rasi bintang dari wajahmu
sebagai penunjuk arah supaya aku tak tersesat
kucoba merengkuh angin malam, berharap mereka menjawab tanyaku
tentang "bagaimana kabarmu disana ?"
~sama, lagi pms juga nih, :p

Dina Says:
Mbilung : aduh pak, jangan bikin grogi dong.. gak enak sama mas srengenge.. HAHAHAHAH!
Koeaing : tida djugah, hanja sedang pms sadja poen. soesah sekali zaman sekrang maoe djato tjinta...
Anonymous: Aduuuhh dibilangin ‘dia’ itu bukan nelayaan!!! (PS:buat yg blom tau, sblm di post it, laki2 harum matahari itu aku panggil laki2 harum laut, until aku sadar, dia g bs brenang ha ha ha)
Mas yoyok: aduh bang, neng jadi klepek2 nih bang... abang sering2 pms dong *apa seehh???*

budibadabadu Says:
badu menatap langit merah jambu itu, dan ingin memetik jambunya. *halah*

dika Says:
hua ha ha ha… aduh lucu skali si budibadabadu itu…

hani Says:
Na, disini juga ada langit merah jambu…yang ngewarnain si miska…hehehe

may Says:
langit merah jambu mengingatkan pada Bona, gajah kecil berbelalai panjang :p
semoga langitnya Dina selalu merah jambu

hanny Says:
Aaarrghhh, Diinnaah … semoga suatu hari nanti saya juga bisa menyaksikan langit merah jambu, dan tak sempat mengabadikannya dengan kamera ponsel saya–karena ada hal-hal yang lebih baik dibiarkan terkenang cuma dalam ingatan yang samar-samar. Lagian bisa gitu henpon merekam mimpi supaya kita bisa mengingatnya sebagaimana kita ingin mengingatnya … oh dinnahh you remind me so much of myself

merahitam Says:
Mbak Dina…Duh, romantisnya. Seneng deh kalo bisa ngimpi kayak gini. Ikut seneng. Btw, maaf lahir bathin ya, kalau ada salah-salah kata, salah-salah sikap, dan salah-salah lainnya.

cj Says:
:-) semoga langit merah jambu tetap setia menaungimu dan senantiasa menyediakan tempat untuk bintang2 itu, selalu.
i’m happy for you, sis! Hayuukk kapan peresmiannya? Kalo lama2 tinggal ajah…Kawin aja sama masku si laki2 harum hutan cemara… alias..mambu karbol huahahaha (kalah cepet kamu mas!!)

Dina Says:
Waduh, mukaku jadi malu2 bak ikan kerapu nih… Salam aja buat Mas Karbol…

paman tyo Says:
nun di pejambon, langit jarang bermerah jambu. tapi di sana juga ada cinta.

tegar Says:
pantas langit disini gelap.. bintangnya ada disana…:D BTW, kok manggilnya laki2 harum matahari sih?

Dina Says:
Paman Tyo: Selamat yaaa diklilingi cinta dari 3 wanita ha ha ha…
Tegar : Bikos aku ga nyimpen potonya, aku juga lama ga ktemu dan ga tau kapan ktemu lagi. Aku cuma inget dia harum matahari…

cyak Says:
pijaran bintang merah jambu itu gak perlu di sembunyikan… cocok kok Na ama mata kamu yang **** heauaehaeuhaeuhaeuhaeuae…..
slamet lebaran yach bu’e moohon maaf juga klo aye ade salah2 tulis.. salah2 omong.. and salah2 “kelakuan” haeuaeue

zwiesankanparan Says:
laki-laki bau matahari? Sapa siihh? Kok main rahasia2an.. mbok sekali-kali lelaki bau karbol hi hi hi (secara parfum gw kalah ama bau hutan cemara RS ini hiks hiks). Hiks hiks kalah set lagi nih…(biarpun mata2nya adek sdr, tyt ga tpercaya. Huh pgn tak kitik2 pake piso bedah aja tuh si CJ)

Depin Says:
merah jambu langit sama dengan merah jambu pipimu saat bercerita tentang dia… *sampe mau diulang berapa kali ya ceritanya.. seakan tak cukup satu kali menyebut namanya*
sayang jauh ya Din? Hayo hayoo berdoa dulu, moga2 ini yang terakhir… amin amin…

Katrin Says:
Aduh neng Ina, romantis pisan… Cowok bau matahari.. heemm… kayak beach boys gitu yah?? Maaauuhhh!!! Kik kik kik…

Dina Says:
Katrin : GUBRAK!! Yang lu bayangin apa sih? Cowok pante? Tukang sewa papan surfing? Hee, maybe… he lives at there, BUT he can’t swim ha ha ha… Hare genee ga bisa brenang?! Gw jg dah pernah bilang gitu kok he he he.. so unTITANIC ya?

ndoro kakung Says:
Sieh, Dina,
diese Tranen fliessen, Trauter
dir allein, dir allein . . .
Dina, lihatlah,
Air mata ini mengalir, kekasihku,
Untukmu seorang, untukmu seorang
[yang ini dalem gag? hihihi …. ]

tukang nggedeblues Says:
langit semburat jingga kala pagi dan senja
itu favorit saya, selain langit biru dengan awan berarak
makanya, saya gak mau nyari kerja di jakarta, karena konon, langit jakarta tak lagi biru, karena polusi membuat langit berwarna kelabu
weleh, aku kliwatan lagii!!

Oka Says:
Nice X pression, may I hv U as friend.
Lam Kenal Ye !

udie Says:
Inaaaaaaa chayank
at least, jatuh juga hi hi hi…
Sama sapa siihh??
semoga lelakimu itu
akan jadi makhluk yang setia
dan kau juga begitu

dewi amel Says:
huaaaaa Dinaaa, ngimpinya indaahh
moga2 bisa cepet nikah yaa….(aduuuh malam ini aku SPESIAL banget request sama Allah untuk dirimu loh!! Moga2 he’s the one and only yaa…Banyak2in doa, istiqarah, munajat, tahajud, wis sembarang! Opo ae! Biar hatimu mantap)
seperti akyu huehehehehe
yayaya bintang malam sebelumnya memang akan tinggal di mata kita & terus memancarkan sinar selama kita bahagia atas nama cinta..
halah ahahahaha
& langit merah jambu itu… memang indah ya Na…
saya lihat langit merah jambu satu sore di atas genteng rumah, tempat favorit saya memandang langit waktu itu saya ga rela harus turun dulu buat ngambil camera… takut si pinky menghilang…
jadilah saya sambil berkaca2 memandangi lukisan Illahi… Subhanallah…
ternyata Allah baik sekali menciptakan langit dengan warna kesukaan saya huehehehehe

Rahasia CANTIK ALAMI hi hi


Heu heu.. Sudah sering buanget gitu loh Dina ditanyain tentang knapa ini muka kliatan segar dan always look like 17th kik kik kik… Padahal dikalangan primpiwi, gw tuh termasuk mualaeess banget ngurusin muka. Apalagi kerja lapangan yang bikin muka belang en dekil (kl pake kudung tuh, ga kbakar matahari aja udah belang, apalagi manas2). Gw tuh pmalas dan melanggar semua norma2 kecantikan. Mulai cuci muka pake sabun mandi (yg katanya bikin kering), ga bersihin muka tiap hbs pergi2 (yg ada gw lsg tidur pules), jarang bedakkan (kl pas inget aja, yg biasanya baru inget kl mo kondangan) dan punya frekuensi mandi ga teratur (sakumaha mood lah pokoknya!).

1.Selalu merasa bahagia
Merasa bahagia adalah salah satu kunci utama agar tetap terlihat awet muda. Dalam setiap kegiatan, usahakan agar apa yang kliyan lakukan sesuai dengan apa yang kliyan inginkan. Hindari stres, perasaan bersalah dan tertekan karena paksaan orang lain. Ingat, apa yang kliyan rasakan akan tercermin pada wajah kliyan. Jadi, orang yang sedang bahagia, wajahnya akan terlihat berseri-seri, santai dan lebih muda daripada usia sebenarnya. Gimana caranya ? Selalu lah bersyukur atas semua keadaan.

2.Banyak bergerak
Berolahraga adalah cara agar awet muda. Lakukan joging, jalan cepat, bersepeda maupun berenang sekitar 30 menit setiap hari. Dengan olahraga, risiko terkena serangan jantung, osteoporosis, dan kanker pun akan mengecil. Olahraga teratur dapat menambah fleksibilitas otot, memperkuat tulang, serta mengurangi stres, karena sel-sel tubuh mendapat lebih banyak oksigen. Kliyan pun bisa bobok manis tiap hari.. Buat poin ini, susah banget ngejalaninnya pas pertama2, tapi KUKUHKAN NIYAATT!!!

3.Konsumsi vitamin C
Vitamin C bisa diperoleh dari buah-buahan segar (terutama jeruk), sayur-mayur berwarna hijau (brokoli dan lain-lain) atau suplemen vitamin C sebanyak 1000 mg perhari. Vitamin C terbukti bisa meningkatkan daya tahan tubuh, mengurangi risiko terkena kanker dan melindungi tubuh dari efek yang ditimbulkan oleh polusi. Di samping itu, perbanyak minum air putih. Meminum air putih 12 gelas (yg bilang 8 gelas itu adalah ukuran MINIMAL!!!) per hari akan mengurangi stres, menjaga kesegaran kulit, serta memperlancar kerja organ tubuh.

4.Gunakan pelindung UV
Matahari adalah salah satu faktor utama penyebab penuaan dini. Oleh karena itu, gunakan selalu lotion pelembab secara teratur setiap hari, khususnya bila akan bepergian, agar kulit tetap segar, lembab dan tidak terbakar sinar matahari, terutama sinar ultra violet (UV). Naahhh ini tuh lebih penting dari bedakkan. Trutama buat yg kudungan tuh... Pake sehabis mandi yaa.. Dina pake RISTRA Sun Care ato Bananaboat Sun Block kl traveling.

5.Istirahat cukup
Manusia butuh sekurang-kurangnya 5 jam setiap hari untuk tidur. Istirahat cukup bermanfaat untuk menghindari terbentuknya kantung mata, kulit keriput dan wajah kusam. Inged, bukan 8 jam loh!! Ini juga poin paling susah, krn dina suka ga teratur jam tidurnya. Bisa 3 hr ga tidur, bisa seharian mati suri. Yg penting sih, kl udah ngerasa capek, istirahat aja. Insya Allah habis itu kpala lebih FRESH buat mikir lagi.

6.Perhatikan penampilan
Penampilan dan tata rias wajah juga memegang peranan penting. Meski usia terus bertambah, tetap perhatikan jenis kosmetik yang kliyan pakai. Gunakan make-up tipis untuk kesan natural dengan tetap memperhatikan kondisi dan jenis kulit. Slain itu, pake make up yang aman dan kalo bisa non-alkohol. Tapi ya.. make up ga harus mahal, yg penting cocok dkulit. Mi
salnya ga kering, ga panas, ga bikin merah dan nempel dikulit. Rekomendasinya sih teteup RISTRA buat bedaknya (yg jarang banget sih kepake hehe), BODY SHOP (buat lipcare, warna nude). Inget ya!! Menor its too skanky. Ga dandan? Its too oldies… Tipsnya adalah, dandan yang bikin kliatan kyk ga dandan, tapi muka terlihat cerah (he he bingung ya?)

7.Optimis
Orang yang pesimis selalu tidak percaya diri, gampang putus asa, dan tak pernah memperhatikan penampilan, yang bisa berakibat depresi. Jadi, berusahalah menjadi orang yang optimis dalam segala hal, sebab ini akan membuat hidup lebih sehat dan bahagia.

The Cannibal Lecter


Sebenernya rada ga ikhlas ngibahin computer kesayangan ke adekku ini… secara dia tuh ga canggih dan masrahin si komppy untuk didedel duelkan temen2nya… si kompy yang lebih sering dipake buat ntn tipi en ngegames ini ternyata makin berisi dan membutuhkan perut ekstra untuk menampung muatan2 penting dan gak pentimg si pemilik…

Hokeh dueehh, brubung mood banget ngutik2 komputer (gara2 error), koling2 lah aku ke seluruh penjuru duniyah untuk minta bantuin mbongkar computer..mengkanibal CPU lama ke CPU baru.
Yup si tetangga sebelah pun datang, si anak ibu kost pun bertandang (meski yg satu ini lebih exciting utk menghabiskan jajananan) dan akhirnya om mesin pun menyusul. Bongkar2 deehh….
Brubung banyak yg bantuin, dan daku ga penting…jadinyaa daku mandorin sambil makan tahu telor deh he he he..


Si om mesin (om nunuuuhhhh!!!) yang baik hati (saking baiknya sampe mengkhawatirkan deh) pun ngangkut2 CPU, mbongkar2, dan ngliat aku makan dengan lahap..jadi ga konsen trus tangannya kejepit tang sampe internal bleeding (halah! Bahasamu itu). Hi hi hi..ksian deh (gitu pas ditawarin makan ga mau! Huh!!). Tpaksa, aku sbg mandorwomen kudu turun tangan.

After sejam nguplik2 BIOS en masang2 kabel, juga bgosipan, VOILA!! Beres deh…
Dina pun senang bisa make kompy lagi…
Dan Om nunu pun riang krn dah dibawain emping…
Happy Ever After deh!!
Maksih buat semua muaa… Kliyan baek dehhh!!!

PS : Adekku awis tertjintahhh..awas nek komputer iki remek yo!! Tak cucup mbun-mbunanmu!!

Friday, October 06, 2006

Alief Pameran!!!


Liat aja di schwabbing plaza semanggi...

Karena sedih ga bisa liat, jadi dikirimin deh fotonya ama Alif...
Kenapa Dina kagum dengan satu sosok Alif??
Dia tuh gak pantang menyerah untuk dedikasiin idupnya jadi seniman (slaen pecinta paintball hehe). Saat dia kuliah Seni Rupa tapi ga disetujuin ortunya (padahal ITB gituh!!), bersikeras nyari duit sendiri untuk bayarin kuliah krn bapaknya nganggep nglukis itu ga bmasa depan, selalu berwajah cerah ceryah meski lagi ada masalah. Pokoknya dibalik kekrempengannya, dia tuh strong enough to be my man deh!! hehe..

Beasiswa PRATT, jadi Newyorker, ngabur became Parissiene en balik ke Indo dengan sejutah hasil kerja keras dia selama ini untuk pembuktian diri "Alif bisa!!". Ahh!! Kagum kagum kagum!!

Sunday, October 01, 2006

NOBODY's CHILD

As I was slowly passing an orphan's home one day
And stopped there for a moment just to watch the children play
Alone a boy was standing and when I asked him why
He turned with eyes that could not see and he began to cry

I'm nobody's child, I'm nobody's child
I'm like a flower just growing wild
No mommy's kisses and no daddy's smile
Nobody wants me I'm nobody's child


Semalem kata2 lagu ini terngiang lagi di kepala. Tapi postingan berikut gak akan ngomongin tentang lagu sih..it just a prolog.

Alhamdullilah Ya Allah...rasa syukur yg kadang lupa utk dirasakan dan diucapkan itu kembali terucap stlh menyempatkan ikut rombongan silaturahmi ke satu yayasan panti asuhan anak yatim. Syukur sekali krn berkaca pada mereka ternyata keadaan diri masih jauh lebih beruntung. Kilap nikmat dunia dan keinginan utk updet gaya hidup kadang bikin lupa bahwa masih banyak orang yg mempunyai kehidupan jauh lebih kekurangan. Tiap kunjungan sosial seperti ini otomatis "alarm reminder" utk bersyukur itu menyala kembali. Dari sekian banyak anak yatim yang ada disitu, sejak awal kunjungan ada satu anak istimewa yang menarik perhatian kami.

Faturrohman, terlahir buta, sejak kecil dirawat di panti tsb dan sampai skrg dia berumur 18 thn. Kebutaannya itu nggak membuat dia minder dan tergantung sama orang lain, malah dia jadi salah satu anak panti yang berprestasi. Rohman punya kemampuan menghapal 30 Juzz Al Quran dan pernah jadi juara MTQ kabupaten !! Tuhan memang Maha Besar dan Penyayang, kekurangan di salah satu fisik digantikan dengan kemampuan yang lain. Merinding bener denger suara merdunya membawakan puji2an Shalawat Nabi bersama dgn teman2nya.

People come for children and take them for their own
But they all seem to pass me by and I am left alone
I know they'd like to take me but when they see I'm blind
They always take some other child and I am left behind

(Nobody's Child - Sung by Karen Young)

Di samping kagum dan takjub mendengar ungkapan2 bapak pengasuh yayasan ttg prestasi Rohman dan yg lain, rasa malu juga begitu kuat menyeruak. Malu banget rasanya sampai setua ini masih saja belum fasih membaca Al Quran kalau dibandingkan dengan mereka. Pengetahuan agama mereka (terlepas krn kehidupan di pesantren) mungkin masih jauh lebih baik daripada kami2 yg kmaren ke sana. Intinya, selama krg lebih 2 jam berada bersama Rohman dan teman2nya, rasanya alarm reminder itu terus berdengung di telinga dan gak kerasa air mata yang sejak awal masuk ke panti udh ditahan2 akhirnya menetes juga di pipi. Melihat kehidupan mereka dalam kebersamaan di panti asuhan yang sangat sederhana tapi bersahaja, menyadari mereka yatim piatu tapi sudah begitu mandiri, menerima apa adanya dan punya pengetahuan agama yang baik adalah sungguh mengharukan.

Kesempatan untuk melihat kehidupan Rohman dan teman2nya menjadi moment pembelajaran untuk mengevaluasi kekurangan diri. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan Rahmat dan hidayah Nya kepada mereka..Amien Yaa Robbal Alamien.

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan.Akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu adalah beriman kepada Allah, Hari Kemudian, Malaikat-malaikat, Kitab-kitab, Nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yg memerlukan pertolongan)dan orang yang meminta-minta, dan (memerdekakan) hamba sahaya, menegakkan shalat, menunaikan zakat, dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji,dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan, dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya) dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa. (Al - Baqarah : 177)


*Thanks To Lusi yang dah ngajak gue...*

PERPISAHAN...

Setelah 25 tahun mengarungi bahtera rumah tangga.. Papa dan Mama memutuskan untuk berpisah...

JEDEERRR!!!!
Iddih, jangan nangis duluw dong.. Maksud’e, Papa dan Mama memutuskan untuk berpisah dari anak-anaknya.. karena anaknya udah dianggap dewasa dan bisa ngurus diri sendiri....(Padahal tuuhh..!!.Biasanya tuuhh kalo Papa dines dimanaaa gitu, Mama tuh ga ngikut. Udah kesepakatan kalo Mama tuh bertugas ngejagain anak2nya yang imud-imud ini..en Papa nyari sesuap berlian. Truss tiap 2 minggu Papa pulang ngejengukin kita dirumah (sambil setor gaji en siap2 diporotin hi hi hi).

Naahh sejak 2 taun lalu nih Adikku si Dul Afi kan kuliah jadi mantri Gigi di Medan tuh.. Padahal dia tuh paaliiingg ga bisa jauh dari ortu. Yaaa bisa ditebak lah, banjir darah eh aermata di Bandara. Padahal di Medan tuh ada sodara2 en Nenek. Tapi beda lah yaa kalo sama kluarga sendiri.. Demi Dul Afi itulah, Mama pun nemenin adekku sampe 3 bulan (busseett dah, dibela2in banget kan..). Brubung ternyata Dul Afi bisa survive dan makin mengganas di Medan, brarti dia dianggep bisa dilepas (maak!!).

Truus, knapa Mama masih di Kediri..?? Yeah yeahh masih ada satu lagi beban hidup umat manusia.. Apalagi kalo bukan Awis he he he... Tpaksa deh Mama nungguin di mpe dia lulus SMA. En pas Awis masuk Poltek Malang, bebas merdeka deh Mama untuk nemenin Papa dimana Papa berada.. hik hik mengharukan sekali yaa... Akhirnya setelah sekian lama, barengan lagi dehh...

MET BUKA PUASAA....

Masak, masak sendiri.. makan, makan sendiri... hiks hiks hiks....
Emang kali ini brasaaa banget sepinya puasa sendiri.. Bener2 homelon deh.. Maklum kluarga kami tuh produk keluarga berantakan.. Eits!! Maksudnya tuh kluarga kita tercerai berai karena mang takdir mengharuskan kami terpencar-pencar...(cieh bahasanya dangduutt kik kik kik..)

Papa tuh lagi dines di Pekanbaru (maklum Pe eN eS), trus Mama nemenin disana... Trus aku bedua adikku Awis tuh di Malang (tapi sekarang aku lagi di Kediri...). Trus adikku, Afi, ada di Medan, kuliah sana... Huwwaah sedihnya dakuuww...

Tapi apa daya... Terpaksa harus kami jalanin ini semuah hiks hiks hiks...

Howkieh, brubung daku sekarang dikediri homelon.. Terpaksa masak en makan sendiri... Krasaa maleess banget makannya (kecuali pas mo buka he he). Jadi kangen deh sama ortu..Biasanya kan ada Mama yang nyiapin trus kita tinggal dibangunin kalo dah siap (ktauan kalo males yak?!).

Nahh, untuk buka puasa pertama niihh, aku masak makanan fave-ku. Tumis kangkung en ayam goreng!! Nyam nyam kan ya potona.. Tapi..duh, bli sayap kan kudu ¼ kilo, means isinya ada 5 biji. Jadi berfoya2 lah makan ayam gorengnya he he he.. biasanya tuh kita bagi rata loh. Tapi yaa gimana lagi, aku sendiriiiaannn!!! Mungkin udah waktunya kali yaa.. bikin kluarga sendiri, biar bisa masakin buat yang lain ihik ihik (swami tertjintah maksud’e!! Kan ada temen rebutan ayam hi hi hi). Hayuk hayukk sumbang doa, biar ada cowok yang khilaf melamar dirikuw ini!! (huaah ngiklan banged deh!!).

Owiyah, brubung dakuw punya tetangga baik hati, maka daku sebagai anak sebatang kara, dikasih es blewah deh ama Bu Imam.. Kumpliidd dah buka puasanya he he he...

Howkieh, skali lagi buat kliyan-kliyan yaa... MET PUASA YAA..!!! Semoga kita bisa meraih keutamaan puasa hingga akhir Ramadhan, dan 4JJ1 naro kita ke golongan orang2 yang muttaqin (amin amin amin...).

Saturday, September 23, 2006

Meng-EXPOSE ke-CACATAN?



Saya baru menyadari kekuatan iklan Sampoerna A Mild ini saat di Sby. Mulanya, ketika melihat boks neon pertama, saya heran: kok hitam putih? Pada boks neon berikutnya jelas sekali pesannya.

Tapi siapa peduli? Tetap saja para penyerobot tak mau tahu. Bahkan tanpa malu seorang pengendara Toyota Harrier menyerobot.

Ketika pengatur jalan (satpamwan, bukan polisi) menegur, dia malah menghardik dengan alasan terburu. Untunglah kaum terserobot kompak, dan berteriak, “Jangan dikasih jalan, Pak!”

Kembali ke iklan ini. Mulanya lucu, tapi kalau kita endapkan dengan penuh perasaan kok jadi nggak enak ya. Buta warna, sebagai kekurangan manusia, dijadikan olok-olok. Semoga besok mata jereng, bibir sumbing, kaki pincang, dan badan bungkuk berpunuk, tak dijadikan lelucon.

Di luar iklan yang ini, secara umum iklan A Mild memang sinis, satiris, dan lucu — pun cerdas. Ketidakberesan dan kekonyolan sosial dia ledek dalam pelbagai versi.

Hanya satu perkara yang tak pernah diledek oleh A Mild: kaum perokok. Sudah tahu kegiatan mengasap itu membahayakan kesehatan orang lain — artinya asosial — kok malah dia dukung.

Banyak manusia bodoh. Di antara yang terbodoh itu adalah perokok. Nah, di antara perokok bodoh itu ada yang lebih dogol, yakni blogger yang menulis tentang bahaya rokok. Yang baca dan setuju? Nggak bodoh dong.

Photos by : Sekar

Friday, September 22, 2006

Kenapa selalu : ANGKA?

Baca SWA beberapa bulan lalu tentang pertarungan bebuyutan antar aperusahaan besar membuatku berpikir, kenapa semua harus selalu tentang angka?

Angka (seakan) adalah segalanya.

Bersekolah, rangking menjadi patokan. Sedikit yang mampu mengingat nilai rata-rata yang tercantum di dalam buku rapot. Lulus sekolah, kembali angka NEM menjadi patokan. Angka rupiah yang harus keluar guna meng-upgrade angka tersebut menjadi tidak masalah, selama NEM impian ada di tangan.


Bekerja, seringkali angka gaji pun menjadi patokan. Bo, orang hidup butuh duit gitu loh. Biarpun orang tersebut menderita bekerja di tempat tersebut, selama angka yang ditawarkan akan diterima di setiap bulannya dianggap memadai, semua keluh kesah lebih baik ditelan sajalah. Pernah berpikir berapa gaji orang-orang disekitar anda? Maaf maaf buat yang gak setuju, tapi aku orang yang selalu berupaya tahu tentang gaji, khususnya yang berhubungan dengan pekerjaanku. Pembenarannya, aku bisa ditipu pemberi kerja kalo gak rajin update harga dasar pekerjaanku (dan betul betul pernah kejadian!).

Angka angka dan angka. Huh, secara aku ini puyeng banget ama angka-angka. Memusingkan. Kecuali angka 7 yang bentuknya bagus!

SWA menceritakan bagaimana pertaruangan antar perusahaan tersebut adalah angka. Angka omzet dan angka pelanggan (mungkin seharusnya aku menyebut angka pelanggan yang kemudian akan menjadi acuan angka omzet ya?). Salah satunya pertarunganTelkomsel dan XL, dimana – konon – XL gila-gilaan menggenjot angka penjualannya.

Itu membawaku juga ke berita soal apple yang sekarang mulai pake intel. Doh! Minggu lalu, aku ke apple center untuk menukar baterei iBook G4 aku (iya, iya, makasih Wisnu udah ngasih tau musti ngembaliin batere). Aku gak liat iBook yang biasa pamer body di showroom itu. Kata Pak Anto, yang ada tinggal stock lama, sekarang yang dijual udah pakai intel semua. Argkh! Siyal. Padahal aku lagi mikir untuk tukar G4 ini dengan versi baru.

XL sangat aku suka karena pelayanan purna jualnya belum pernah mengecewakan (walaupun sinyal kembang kempis, pernah bermasalah dengan isi pulsa, tapi semua terbayar dengan tanggapan cepat dan manis. Ha!). iBook aku suka karena juga purna jual yang asik banget. Keluhan apapun, selalu ditanggapi cepat dan tepat.

Satu tempat nongkrongku, Potluck. Aku juga terlanjur ketagihan daya pikat tempat ini. Sekarang, mereka tengah bebenah untuk masuk ke tempat baru. Aku yakin, juga untuk mengejar angka kunjungan yang lebih besar.

Angka lagi.

Bagaimana dengan angka yang ada di tangan? Apakah ada artinya? Masihkah mengejar angka yang selalu lebih besar akan selalu menjadi tujuan? Apakah ada artinya satu orang pelanggan yang sama, dengan tingkat kepuasan yang terus berlipat karena pelayanan yang memanjakan pelanggan.

Atau pada akhirnya, bukan cuman angka, tapi pepatah lama itu berlaku, kalau ada yang baru dan lebih muda, yang lama ditinggalkan?

Teringat obrolan dengan Oom Widya - Kopi Aroma (ada yang belum tahu Kopi Aroma Banceuy?) yang berkata dia tidak memperbesar usahanya, karena ini sudah pas dengan kemampuan dia. Dengan skala sekarang, dia bisa memberi yang terbaik. Dan terutama, dia merasa cukup dengan yang sekarang...

*sigh*

-CoMmEnTs-

kalo gak ada angka, berita kurang absah, apalagi berita ekonomi hehe. ngikutin klaim2 doang kan gak aci kalo gak ada angka.

soal kopi aroma, gue sih sebenernya gemes banget karena gak bisa ngikutin jaman. bukan masalah kapitalisme atau apa, tapi gue gak rela aja si starbucks yang kopinya kayak sirup itu merajalela sementara kopi lokal yang jauh lebih enak gak ada yg tau dan segitu2 aja. di chiangmai ada chain kedai kopi lokal namanya wawee, dan sumpah enak banget, trus tokonya maju. kan bagus, nyumbang petani lokal dan ngasih lapangan pekerjaan. cukup gak cukup, gue pikir mesti liat bigger picture. jadi kalo gue punya duit banyak, gue mimpi mengakuisisi kopi aroma hehe.
hdn |12:52 pm | #

apa itu kopi aroma? huuuu *hikx* saya kangen bandung banget nih ..
mia |11:39 pm | #

oh, potluck mau pindah? ke mana? baru tau...
badu |10:04 am | #

bigger, bigger, bigger, better? manusia emang tamak
paman tyo |9:38 am | #

aih, senang sekali masih ada org kayak mas Widya.... hidup kopi Aroma!
mer |2:49 pm | #

Ngomong-ngomong soal kopi jadi inget kopi pemberianmu itu lho Din, sedep.. udah kita minum bareng mertua. Dapet angka 10 (dari 10 :-D).
En soal pembunuh itu bisa lihat di postingan "siapa juragan siapa"(idih dasar males aja ngaplod poto si aelgi.
aida |1:55 pm | #

ReJeCTeD SoNg...

I’ve been rejected. I’ve been dumped.
I’ve been neglected. I’ve been down.
So please, do what you think you should do.
Coz I’m grateful for minutes I spent with you.
I won’t cry and I won’t beg.
Life’s too short and I’m not sad.
If I want it, but you don’t
It’s all right, I’m on my own.

I’ve been abandoned. I’ve been fooled
I’ve been ignored. I’ve been used.
So please, say what you think you should say
Coz I’m happy for I can smile in a day.
I won’t scream and I won’t phone
Night is young and I’m moving on.
If I need it, but you don’t.
I’ll be fine, just let me alone.

It’s just another same old day.
Just another denial, they will say.
I’ll still shine like sun in May
I’ll just smile, and everything is gonna be okay.


PS : Thanks too all my Buddy, make feel so strooong!! Pipin, Denni... Ohh lives goes on!!

-CoMMeNtS-

ayo Din, jadiin lagu ala Beck aja. :)
Posted by budibadabadu | 2:20 AM

aduh siapa ya yg nolak dan nyuekin lo Din, ta' kethak engko...
Posted by Hedi | 4:09 AM

abis direject, masih insomnia?
*duh*
Posted by mellyana | 6:30 AM

...lagu dangdutpun kita tiruuu..tak ada gubuk deritaa meski makan sepiring berdua..dan menari2 bagai boneka dari india
Posted by Anonymous | 4:01 PM

was trying to sing along to that with the tune to Redemption Song... doesn't rhyme well...
Posted by royal arse | 12:16 AM

wow.
Posted by gandrik | 5:22 PM

ayoo nongkrong karo udad-udut ... :)
Posted by kondektur jablay | 9:32 AM

Bobby-G: "Siapa orangnya yang berani mematahkan hatimu? Sini gue tembakin pake M4 S-Sytem full metal gue yang udah dilengkapi dengan senter, laser pointer, red dot, dan peluncur granad. Tidak lupa selalu menggunakan BB 0,20 dan 4 magazine. Batre udah diparalel 2 biji. jadinya 2200 amper. Sekitar 300 FPS, sistem opticnya udah di kalibrasi, jadi dijamin akurat!!! Ngeri gak sih."

KURANG PUAS DINA? Sini elo aja yang pake M4 S-System gue. Tembakin tuh orang. Jangan pake single shoot yah. Pake Happy Triger ajah. Biar tambah ngeri tuh sasaran.

Apakah kemandan MASIH KURANG PUAS? Okeh begini saja deh. Manis Manja Airsoft Comunity siap diperintah sama kemandan dina. 60 orang cukup buat skirmish lawan "pematah hati"?

Masih kurang puas juga? BB plastik gue ganti gotri besi 0,99 gr. Puas gak sih? ngeri tuh. Kuping tembus. !!! werrzzzz

Posted by BoB-G | 2:57 PM

We’re Different, So what?

Sebagai seseorang yang menganggap laki-laki dan perempuan setara, tadinya saya mengira banyak orang terlalu melebih-lebihkan perbedaan perempuan dan laki-laki. Tentu saja saya masih suka pakai rok atau gamis, tapi rasanya saya bukan tukang pedandan (meski punya banyak ‘gadget’ dandan, tapi saya jarang bedakkan), juga bukan maniak shopping (kecuali outlet hehe), dan juga saya tidak terlalu hobi dengan acara beres-beres. Perbedaan sifat itu menurut saya seringkali disalahgunakan untuk membuat pertentangan gender, istilahnya, "Udahlah kodrat laki kan gini, ngapain hobi masak, abis itu kodrat perempuan gini, ngapain sih cari kerja di luar rumah".

Tapi kenyataannya, Tuhan memang menciptakan kita berbeda sifat, meski saya tetap menganggap perempuan sah-sah saja mencari nafkah, bekerja di luar rumah, dan laki-laki juga sah-sah saja menekuni kursus menjahit dan tinggal di rumah.

Satu kali, temen cowok saya menelepon, "Aduh, stress!!". Mendengar suaranya yang seperti stress benaran, saya ikutan panik, "Kenapa ?"

Jawab dia, "Prancis kalah." Astaganaga -- ternyata bola toh, ngapain juga gue pikirin ? Tapi bagi laki-laki, olahraga adalah nafas dan mereka bisa stress seharian kalau tim jagoannya kalah. Bagi saya, tidak ada efeknya kalau Michael Schumacher atau Alonso menang balap F1, tapi bagi pemujanya yang kaum Adam, bisa sampai 2 hari jadi pembicaraan seru.

Obsesi pada olahraga ini memang tipikal laki-laki. Kata Jay Leno, laki-laki memang terobsesi dengan skor, memperoleh hasil cepat, sehingga mereka merasa adrenalinnya terpacu tinggi begitu melihat pertandingan olahraga.

Hmm ... saya kira biasanya perempuan ini dibilang membicarakan hal-hal tidak penting. Kalau perempuan kan terlihat 'dalam' pemikirannya, kayak hobi nonton Oprah, atau membicarakan permasalahan hati ke hati.

Meski sama-sama menyukai makhluk cakep, laki-laki lebih sensitif radarnya kalau melihat perempuan cantik. Rata-rata teman-teman saya yang kaum Adam, meski sudah beristri atau berpasangan tetap selalu melirik dengan refleks begitu merasakan kehadiran perempuan cantik. Dalam hal ini, radar mereka bisa berfungsi dalam radius 5-10 meter. Anehnya, kalau mencari barang-barang kecil seperti gunting, meski hanya berjarak 2cm , susah sekali ditemukan.

Sementara perempuan, cenderung lebih awas melihat barang kecil. Misalnya, mama saya biasa memiringkan kepalanya dan memicingkan mata menatap bufet yang berjarak 3 meter dari TV, "Kayaknya debu di situ sudah 2 cm, kalian kemocengin yah!"

Sahabat pria saya bilang, "Bukannya kalian suka juga lihat yang ganteng. Misalnya Brad Pitt ?" Lha, tapi rasanya perempuan tidak sesensitif itu, selain menurut saya jumlah lelaki ganteng yang bener-bener eye catching memang sangat kurang dibanding perempuan cantik hehe. Tapi tentu saja kalau idola saya jaman ABG, Johnny Depp lewat di depan saya, bisa-bisa saya kipas-kipas heboh. Saya ingat, dulu waktu SMP heboh-hebohnya mengikuti 21 Jump Street yang dibintangi Johnny Depp, saya dan teman-teman buru-buru meninggalkan les Inggris untuk sampai ke rumah menonton Bang Johnny.

Habis itu, saya melihat perbedaan laki-laki dan perempuan kalau jatuh cinta. Perempuan biasanya hobi mencurahkan kebaikan cowoknya pada teman-temannya dengan begitu detil, sehingga kami tahu cowoknya itu ga suka pedas, narsis, kerja di mana, adiknya berapa dsb. Anehnya, teman-teman yang laki-laki tidak pernah membicarakan atau jarang membicarakan sifat-sifat pacarnya.

Yang biasanya dibilang singkat aja, "Lihat cewek gua, mantep ya. Banyak yang ngejar dia juga lho, tapi gua yang dapat." Biasanya ini diakhiri dengan pameran foto terbaik pacarnya yang disimpan di dompet. "Mantap kan ?" begitu biasanya mereka meminta komentar. Tidak ada komentar lanjutan, "Dia ini baik sekali, wawasannya luas, perhatian sama aku, adiknya segini, ibunya kerja di anu ... " seperti umumnya acara pameran pasangan oleh perempuan.

Dalam pertemanan saya dengan laki-laki, saya melihat laki-laki dan perempuan punya currency berbeda dalam melihat kesuksesan. Seorang perempuan yang super sukses dengan karirnya bisa iri dengan perempuan yang tidak berkarir di luar rumah tapi punya keluarga, kemudian perempuan menaruh nilai tinggi pada penampilan. Perempuan banyak merasa stress atau kurang berhasil kalau bertubuh lebih gemuk sedikit saja dibanding teman-teman sejawat.

Laki-laki, di lain pihak menaruh kunci kesuksesan pada jabatan yang dipunyainya dan juga mobil yang dikendarainya. Kalau perempuan tidak terlalu peduli dengan hal ini, maka lelaki bisa stress berat kalau teman sebayanya sudah mengendarai mobil yang mantap, seperti teman saya yang pasi melihat seorang rekan kami keluar kampus dengan sedan mewah.

Kita memang berbeda, memang apakah kita memiliki lebih banyak hormon testosteron atau estrogen sangat menentukan sifat-sifat kita. Di lain pihak, saya rasa di situlah menariknya dunia ini bukan ?

SOERABAIA, Round the Shopping Center...


Heu heu… Yah yaahh aku tau ini beda dengan petualangan yang biasanya… Tapi setidaknya, ini adalah perjalanan yang NO PLAN. Dan kali ini aku gak sendirian, tapi si centil Vivin ngintil (ato aku yang ngintil Vivin ya?). Dan buat Vivin, mungkin ini cukup adventurous he he he…

Mulanya sih, Vivin koling en ngajak ke Sby cos she has a secret mission… And likes a usual, I can’t tell u what that secret…(ya iyalah..). koling 2 jam seblom kreta api brangkat. Yup sodara2, berhubung naik bis bakal kena macet en sama lamanya dengan naik KA. Kita putusin naik KA, slaen itu stasiun ga jauh dari UNAIR en kantor AJI toh…

Secara kita bedua udah lama gak naik KA (economic class), kita ktawa2 aja dengan penderitaan gak dapet tempat duduk, non seat ticket gitu loh!! Blum lagi puannasss dan itu SIANG BOLONG!! Dan matahari cerah ceria banget dimuka kita. Tapi kita niat banget untuk “nikmati aja lah”. Sampe akhirnya kita nyampe Sby jam 4.30 sore. Koling Victor en Deni untuk jemput di Gubeng… Koling Alya untuk ngetek nginep…BUT, Plan just a plan… Alya ga bisa, dan Deni baru kluar kantor paling cepet jam 5 (kalo diitung2 bisa molor). Dan brubung ini adalah jalan2 versi centil, jadi aku ga bawa perkakas nginep darurot alias Sleeping Bag. Dan Vivin ga mungkin nginep di ‘jalanan’.


Heemm heemmm, tapi masih ada satu cowok tumpuan harapan bangsa, Victoorr!!! Dialah yang ngurus semuanya, ngurusin nginep mpe nganter jemput. Daann Alhamdulillah mas Yongki pulang kantor pun mau jadi tukang ojekku… (Makaseeehhh, aduh Mas ini baik deh. Suaranya baguuss, kayaknya sabar… Ada yang mau no telp dia gak? He he he). Ga dipaksa sih, cos dia diiming2i untuk bubuk bareng Victor hi hi hi. Jreng jreengg, jalan deh kita ke Darma Homestay. SLAMEETTT, Alhamdulillah ada satu kamar kosong, yang standar cukup untuk kantongku dan Vivin.

Habis mandi, jam 7.30 malem kita bedua didatengin banyak orang… Kpala suku Allianz (dunno who..), mbak2, mas2 gitu. Ada Victor (alias Vicky hi hi hi), Mas Yongki dan My Lovely Sohib Denni!!! Tapi brubung beda tujuan, misah deh jalan2nya.. Dan aku musti nemenin jeng Vivin ke TP!! (Secara aku sbenernya ga mood ke mall, dan perut lapper.. jadinya sedih banget). Thaannksss ada Vicky yang akhirnya jalan ama Vivin, dan aku misah jalan ama Deni. Ya maklum, suara perut dah berkoar2 minta diisi. Jadi aku milih nangkring ama Denni di Pizza Hut. Trus janjian ngopi di Excelso mpe jam 10an. (Wadoohh ngomongin property, otomotif, asuransi mpe mo muntah2 deh)

Ga biasanya sih Vivin langsung pulang he he he (padahaalll…), brubung Vicky besoknya musti Ujian. Jadi mreka bedua pulang deehh.. Aku ama Denni? Oohh adda aja, yang jelas masih beranjangsana anjangsini dan makan2 ha ha ha… Yaa biasa lah…(sial Zangrani tutup!!).

Besoknya, kita niat banget jalan2.. Vivin pengen ke P. Atom (yeah yeaahh). Tapi karena Vivin susah bangun dan lama proses mandi juga dandannya, sdg aku sendiri sibuk telp Jujung, Fahmi dll (mumpung ga inlok hehe) kita baru brangkat jam 9an. Alhamdulillah, deket en cuma sekali angkot. Trus kliling2 lah… Nemu toko boneka yang amit2 murah, kain kebaya yang bikin ngiler tapi ga sanggup kebeli dll.

Sorenya Vicky jemput Vivin, en niat pulang ke Malang naek motor. Daku? Waduuhh banyak hal yang musti dikerjakan. Jadinya nunda sehari lagi deh….

Sambil nunggu jemputan Denni, aku nangkring di ITC. Siyaalll aku BT..!! Nemu toko aksesoris Etnik yang SUMPAH murah banget. Dan kalo Vivin liat, pasti dia jerit2. Cuciiaann deh lu Vin kik kik kik…. Pokoknya sumpah bagus dan muraaahhh banget. Brubung seblomnya udah bli kalung di Hutanti… Jadi pengeeen ngamuukk aja!!! Beda banget harganya… Dan macem2, trus barangnya asli etnik tulen…


Maksud aku tuh, kalungnya BATU beneran, KAYU beneran…dan bukan PLASTIK!! Harganya mulai 2000an mpe 30.000an untuk kalung. Dan ada macem2 tas, lilin, cincin dll. Heemm jadi kebayang siapa yang bakal kalap liat toko ini slaen Vvin. Blanja2 lagi deeehhh… Ngrumpi2 deehhh.. Brubung daku ini rada bawel dan hobi PDKT dan Mbak2nya juga ramah (Mbak Tri, kapan2 ktemuan di Bali yuukk!) Cucok deh crita2 ttg traveling. Mbak Tri ini amit2 deh bahasanya, jawa, bali, mpe manadoan juga bisa.


Si Mami, kepala suku toko ini tuh baiikk dan gaul abis. Ga nyangka ibu gesit ini udah punya 2 cucu… yaa smangat itu bikin kita selalu terlihat muda kan… Dan ibu ini juga mirip kayak tokonya, ETNIK banget. Makasiih yaa… atas bonus2nya dan keramahannya. Pokoknya kalo mo nyari pernik2 etnik, dateng aja ke ITC P. Atom…

Malemnya, Denni jemput en nganter ke ITS. Ngapain? Ya liat lobster pliharaan temen2 (niatnya buat bisnis sih he he) trus ngambil buku (alesan!!) dan nemuin Hafi, Sonny, Icin. Aarrgghh Icin udah punya pacar!! Aarrghh tnyata lovely sohibku si Denni ini juga canggih urusan lobster2an, kirain cuma bisa curhat ama tau asuransi doang he he..

Habis ngunjungi mreka, brubung dah malem banget aku pulang ke LBH. Ngrumpi2 ama Mas Atok (bisnis bisnis…kerja kerja..Jalan jalan...) dan kenal sama penghuni2 LBH yang lain (dan aku lupa namanya..). Nginep di LBH, yang konon banyak nyamuk. Brubung aku capek banget, jadi nyamuknya ga krasa tuuhh…Pagi2nya, nanya ama Pak Joko dimana Gubeng. Dan siyaall ternyata cuma 10mt jalan kaki dah nyampe stasiun he he he… And here I am, back to Malang…

Thanks to : Vivin (ga lage deh!!), Victor ‘the Vicky’, Mas Yongki (or I call u, Yongkiieehh), Denni (Always, aku padamuhhh), Jujung (Selamat malam, dengan ardi..), Mas Atok, Pak Joko, Hafi-Icin-Sony ELITS, Fahmi-Wicak-Dian BKU-AJI, Mami dan mbak2…Baih baih…

Saturday, September 16, 2006

CeLah SemPiT..

Suatu hari...
Ditengah keBTan kita akan detlen...
Ketegangan memuncak...
Kelaparan mengancam...
Tiada senyum dimuka bumi ini...

BHLUK..!!
Dina : Apaan tuh Rin?
Ririn ; Auk!

Tulit tilulit...
Dina : Henponmu tuh Rin..
Ririn : Masa sih? Bukannya henponmu?
Dina : Punyaku suaranya tenonet..bukan tulit tulalit hi hihi
Ririn ; Siyal, itu punyaku!!! dimana ya?

Hening...
Dina : Rin, kayaknya jatoh diselipan meja deh..
Ririn : Aarrgghh!! Wadoohh nyari kerjaan aja seh henpon ini!! Nyebelin!!
Dina : Like Cellphone like owner ya Rin?
Ririn : Siyal.. Bantuin dong!!

JepRet..Jepret..Jepret...
Ririn : Muke gile..Ngapain dipoto2??!!
Dina : WeBLoG-ku blom pernah ada poto nungging hi hihi