This is the stories of my life, my thought, also my feeling. Sad, desperate, laugh, happiness...everything. I just hope we all can learn something. Enjoy

Tuesday, October 11, 2005

HIPERBOLIS ??

Manusia berubah? Semua orang juga tahu. Tapi pas orang lain membuat kita sadar bahwa kita berubah, pada saat kita merasa (dengan sok yakinnya) bahwa kita masih sama, ternyata bikin kaget ya.
Waktu ikut walagri announcer training kemarin (cerita dari training ini seru banget!), Eko Junor, menyanggah dengan santai tapi tegas bahwa aku itu hiperbolis. Menurut dia aku ini tidak hiperbolis, tapi memang intens. Omongan dia langsung aku bantah, dan bantahan dalam hati sih lebih dahsyat lagi,"aduh, Mas, gak tau aku banget deh, aku ini hiperbolis hiperbolis banget banget gitu."
Tapi, semalam aku pikir-pikir *jeder* ternyata aku memang sudah berubah banget. Dulu, teman-temanku suka ngingetin teman-teman lain, hati-hati kalau aku yang cerita tentang misalnya, film, karena pas aku cerita, orang akan merasa film itu rame banget, keren banget, padahal ternyata - menurut mereka - film itu membosankan atau seenggaknya gak seheboh yang aku ceritain. Maap atuh! Cerita perjalanan kampus-kantor-rumah yang normal-normal aja bisa jadi heboh dan seru karena kebiasaan hiperbolis. Ditambah bahasa tubuhku yang juga ramai, plus volume suara. Lengkaplah predikat hiperbolis itu.
Sekarang, berhubung teman-teman jauh, jarang musti cerita-cerita. Ehm, sebetulnya bukan jarang musti cerita, tapi kalaupun udah kebelet pengen cerita-cerita, susah, gak bisa ketemuan langsung, palingan lewat sms, telepon atau email. Beda dong! Mana beberapa teman dekatku bukan tipe peng-email atau peng-chatting sejati. Boro-boro bisa cerita dengan gaya hiperbolis, bahkan tingkat kecerewetan juga menurun drastis. Saat ini "curhat" palingan terlampiaskan ke uda, kluarga ato temen2 yang tersisa en masih intens ktemu.Tersalurkan ke situ deh.
Tapi aku makin mikir, iya ya, aku tuh dulu crewet banget sampe kadang suka nggak sadar ada orang lain yang juga ingin bicara. Dan kayaknya skarang dah mulai brubah, teteup bawel, tapi brusaha untuk lebih ngedengerin orang lain kali ya... Apalagi diumur sekarang, aku juga sering dicurhatin temen2. Mo nggak mo, aku jadi blajar untuk ngasih kesempatan orang lain untuk bicara.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home