This is the stories of my life, my thought, also my feeling. Sad, desperate, laugh, happiness...everything. I just hope we all can learn something. Enjoy

Friday, November 04, 2005

Lift-Ologi

Lift, memang cuman ada di bangunan yang tingginya setidaknya lebih dari 4 lantai. Rasanya itu aturan yang sempat aku ketahui waktu masih sekolah dulu. Jadi, wajar dong, kalau aku bilang, sebagian besar orang yang berada di sekitar aku, pasti pernah naik lift.


Herannya, dan tidak wajarnya, tetap saja terlalu banyak orang yang bego banget soal urusan masuk keluar lift. Huh! Serius deh, aku tuh gak tahan banget dengan orang-orang yang gak ngerti etika (wuih, etika ya?) naik lift.


Coba deh diperhatikan!

Tanda panah ke atas dan ke bawah itu punya makna. Pencetlah tombol tersebut sesuai ARAH yang hendak DITUJU. Kalau mau ke atas, pencet tombol ke atas, dan sebaliknya. Jadi tombol itu bukan ditujukan untuk menarik sang lift ke tujuan dimana anda berada. Itu sebabnya di lantai paling bawah tidak ada tombol ke bawah, dan di paling atas tidak ada tombol ke atas. Kecuali kalau anda berpikir, harusnya ada, karena waktu di lantai paling bawah, anda perlu “memanggil” lift ke bawah.
Jangan pernah memencet kedua tombol bersamaan. Anda kan tidak mungkin mau ke atas sekaligus ke bawah. Gimana, sih? Kalau memang itu terjadi, kedua tombol ditekan, coba perhatikan, pada waktu pintu lift terbuka, tombol mana yang tidak menyala, berarti itu adalah tujuan lift. Kalau tombol yang mati tombol ke atas, dan tombol ke bawah masih menyala, tunggulah giliran anda.
Kalau keukeuh mau masuk, jangan terus berlaga heran, kok ini lift ke atas ya, saya kan mau ke bawah dan kok nomor lantai tujuan anda, yang tentu saja ada di bawah itu, tidak bisa ditekan. Pikirkanlah baik baik, kenapanya itu!
Lampu pada tombol naik dan turun itu punya makna. Kalau menyala, itu sudah cukup. Menekan tombol terus berulang kali TIDAK AKAN MEMPERCEPAT kedatangan lift dan mempercepat pintu lift terbuka. Percayalah. Jadi, sabar sajalah.
Kalau cuman naik atau turun satu atau dua lantai, kecuali fisik anda memang payah atau bawaan anda setara dengan belanja rumah tangga dalam sebulan, coba deh pakai saja tangga atau tangga berjalan yang pasti selalu ada di sekitarnya.
Kalau ternyata lift tidak mau naik atau turun karena keberatan atau kepenuhan, gak usah belaga bego dan pura pura tidak tahu, apalagi kalau anda berada sangat dekat dengan pintu lift, keluarlah!
Dan yang paling gak tahan nih, kalau keisengan anda memuncak dan memencet semua lantai di dalam lift. Aduh, heran deh, lift itu dibuat untuk mempercepat, tapi tampaknya, menurut aku sih, lebih sering memperlambat. Jadi kalau bawa anak kecil, tolonglah diberi pelajaran yang bisa membuat anak tersebut lebih mengerti, bahwa itu tombol-tombol di dalam lift bermakna dan punya fungsi!
btw, gue sebut ini lift-ologi, terinspirasi oke, lagian bukankah logi itu adalah ilmu?

Inspired by : ke-BT-an gue kudu masuk lift yang gue benci pas di Gleneagles!!

0 Comments:

Post a Comment

<< Home