This is the stories of my life, my thought, also my feeling. Sad, desperate, laugh, happiness...everything. I just hope we all can learn something. Enjoy

Friday, December 30, 2005

10 Hal Enaknya jadi FREELANCER !!!

1. Menjadi boss buat diri sendiri.
Siapa yang gak suka? Walaupun sebetulnya selalu ada atasan di tiap-tiap pekerjaan lepas yang dilakukan, tetap saja berbeda dengan atasan kalau bekerja tetap. Tetap saja ada kesadaran bahwa atasan itu hanya atasan untuk satu, dua, tiga bulan atau satu semester ini saja kok.

2. Punya alasan untuk belanja baju yang beranekaragam.
Menyenangkan bisa punya beberapa gaya berpakaian. Kalau harus ke tempat kerja yang agak santai, bisa pakai jeans dan blus warna-warni ato kaos doang. Kalau lihat baju rapi jali yang menarik, sah sah saja dibeli untuk dipakai pada pekerjaan yang lebih formal. Ada banyak kesempatan untuk bereksperimen dengan berbagai jenis pakaian, alasannya kuat pula. Baju kerja jadi beragam dari celana jeans, training, kaos, kemeja, rok, blus, blazer, jaket…. sebut deh semua jenis pakaian! Jadi, tinggal di negara yang gak punya 4 musim gak masalah, tetep ada alasan untuk ganti pakaian (soalnya dulu temanku berkomentar, kesian deh tinggal di negara yang gak kenal 4 musim, gak ada alasan buat beli baju berbagai jenis sesuai musim). Oia, juga jadi alesan untuk beli sepatu aneka ragam dan bentuk. Keds, moccasin, pantofel, boots, high heels, sling shoes sampe….sendal jepit !!!

3. Pertemanan yang beragam.
Mulai dari yang kebapakan atau keibuan (atau malah kakek nenek kali ya), sampai yang sepantaran, atau bahkan lebih muda (huhuy, brondong gurih lezat loohhh daun muda itu…*GUBRAK* Ini mah jarang2 banget). Dari yang superduper serius, pinter, bloon sampai yang cuek bebek. Untuk itu kemampuan mengingat nama dan muka jadi sangat penting, sayangnya kemampuanku untuk hal itu sangat sangat buruk. Jangan lupa ponsel dengan kapasitas menyimpan data yang besar en agenda….

4. Bisa punya beberapa kartu nama
Semua sesuai dengan tiap-tiap jenis pekerjaan lepas yang dilakukan. Ada yang sifatnya santai dan bebas, ada yang musti formal dan standar.

5. Pekerjaan lepas seringkali mendapat bayaran lebih besar daripada pekerjaan tetap!Tapi, kata kakek nenek sih easy come easy go. Bukan itu saja, berhubung pekerjaan lepas, kadang si pemberi kerja tampaknya hobi melepas tanggung jawab, alias mangkir memberi honor loh! Prinsip sedia payung sebelum hujan musti dipegang kuat-kuat. Hari ini bisa dapet duit besar, tapi musti cukup menghidupi bulan-bulan ke depan loh. Mantep kan!

6. Honor cepat naik kelas.
Maklum, jadi sangat tahu “harga” pasaran sebuah pekerjaan, dan semakin tahu trik-trik untuk bisa lihat pekerjaan yang menantang (duitnya atau substansi pekerjaannya). Cuman ya itu tadi, belum tentu bisa selalu ketemu kerjaan yang pas sih, dan duitnya bisa jadi harus diirit-irit sampai proyek selanjutnya.

7. Bisa jadi pengacara sendiri!
Pengacara perlu. Walaupun mungkin masih proyek tengkyu atau proyek gotong royong. Skarang sih, diri sendiri yang jadi pengacara2an. Jadinya ilmu contract drafting aku lumayan kpake (padahal nilai CD ancur hi hi hi). Maklum, kontrak-kontrak untuk pekerja lepas seringkali ajaib (atau bahkan tidak eksis…harus diwaspadai deh kalo kayak gitu). Daripada pakai gak enak hati, ujung-ujungnya nanti bisa gak enak hati, jiwa dan raga, lebih baik selalu bertanya pada ahli hukum ato buka2 buku tentang segala perjanjian yang ada di tiap pekerjaan yang datang.

8. Buat para pengejar daftar riwayat pekerjaan, jelas daftar jenis pekerjaan di CV jadi sangat cepat bertambah.Kadang bisa jadi senjata makan tuan, kesannya kan kutu loncat banget, padahal mungkin memang karena pekerjaan tersebut pekerjaan kontrakan, bukan pekerjaan tetap. Selama bisa memberi alasan tepat, gak masalah. Daftar bisa terus bertambah dalam hitungan minggu loh!

9. Bisa punya beberapa ruang kerja.
Seru. Bisa saja kerja di salah satu kantor dimana pekerjaan lepas itu tengah dilakukan, dan kalau bosen, tinggal kasih beberapa alasan dan bekerja dari rumah atau malah dari tempat-tempat lain yang bisa memicu otak untuk bekerja sama dengan tenggat waktu (kafe ato resto misalnya hi hi hi). Bosan dengan ruang kerja yang itu-itu saja gak ada deh dalam kamus freelancer. Efeknya, jadi kayak rumah keong gara2 bawa tas gede untuk kbutuhan shari. Buku-buku penting harus selalu dibawa, barang-barang penting untuk urusan pekerjaan juga harus selalu siap sedia. Blum lagi baju ganti en perlengkapan mandi, sapa tau gak sempet pulang.

10. Bisa berlibur kapanpun!
Kalau mood lagi ingin kerja (atau biasanya sih lebih tepatnya kalau dompet sudah mulai teriak-teriak minta diisi), ya tinggal cari kerjaan. Apapun itu yang penting suka dan bisa ngisi dompet itu bonus dong. Pas lagi muak dengan pekerjaan, tinggal berhenti menerima tawaran dan pergi liburan. Mau harian, atau liburan bulanan, terserah, gak ada yang marah (herannya, tawaran menarik biasanya selalu datang di saat memutuskan mau berlibur loohhh). Asiikkk!!!

Hanya saja, perlu persiapan sangat sangat matang sampai punya jawaban yang pas buat pertanyaan,”kerja dimana, nih sekarang?”

0 Comments:

Post a Comment

<< Home