This is the stories of my life, my thought, also my feeling. Sad, desperate, laugh, happiness...everything. I just hope we all can learn something. Enjoy

Friday, December 30, 2005

Dunia Telepon...

Jaman sekarang, telepon itu barang sehari-hari. Kayaknya wajar kalau ada yang bilang, telepon itu sekarang sudah jadi kebutuhan primer. Padahal, waktu aku SD dulu, telepon - bahkan telepon rumah - masih merupakan kebutuhan tersier (tersier loh!).

Waktu aku masih SMP, ayahku harus tinggal di luar untuk waktu yang cukup lama, dan kalau ia ingin menelepon kami sekeluarga, kami harus pergi ke rumah tetangga untuk menerima telepon (Thanks to Pak Abu and Fam!!!). Kalau bukan karena kebaikan hati keluarga itu, aku tidak pernah bisa bercakap-cakap dengan ayahku lewat telepon. Telepon barang mahal yang berharga. Beberapa tahun kemudian, rumah kami kebagian jatah saluran telepon, dengan nomor yang terdiri dari 5 angka. Aku masih ingat tuh: 72966. Kalau telepon berdering, semua penghuni rumah dari berbagai penjuru rumah pasti langsung lari berhamburan untuk bisa angkat telepon. Hahahaha, geli juga sih kalau diingat-ingat. Tapi, sampai saat ini, masa-masa itu sangat berkesan buat aku.

Sekarang sih, jangankan telepon rumah, telepon genggampun sudah jadi barang umum. Jadi inget sebuah iklan di televisi yang suka dipelesetkan jadi,"hari gini belum punya HP?". Sekitar >5 tahun lalu, ayahku masih memakai telepon yang besar, yang seperti botol minum. Yang SMSnya masih 1 baris. Kalau antenenya gak pas, pasti tulalit deh itu telepon.

Aku memang cuek urusan mengangkat (baca: menjawab) panggilan telepon, tapi aku kesal banget kalau si penelepon itu menjawab telepon sambil ngetik-lah, nonton TV atau VCD-lah atau sambil ngobrol dengan orang lain atau apapun itu yang membuat penjawab telepon itu tidak memberikan 100% teleponnya padaku. Mending gak usah diangkat deh!

0 Comments:

Post a Comment

<< Home