This is the stories of my life, my thought, also my feeling. Sad, desperate, laugh, happiness...everything. I just hope we all can learn something. Enjoy

Friday, December 02, 2005

Ei Tu Zei....By Danni Junus

Terus terang, buku ini aku beli karena Danni adalah seseorang yang aku pernah liat, aku kenal dan karena itu ada rasa penasaran untuk melihat isi tulisan seorang Danni, mimpi seorang Danni.

Kesan pertama: buku ini sebuah film.

Entah kenapa, aku merasa seperti sedang menonton film ketimbang membaca buku. Sejak masih di halaman-halaman awal, aku langsung membayangan jika buku ini dibuat dalam versi layar lebar. Plot maju mundurnya, jelas jelas bukan plot yang lazim ditemui di sebuah buku, mengingatkanku pada plot banyak film. Tutur cerita yang kadang sebagai Dharma, tokoh utama buku ini, kadang sebagai Atari dan ada juga yang sebagai Rivan, lagi lagi sangat film buat aku. Soalnya kalau buku kan biasanya hanya punya satu tokoh utama, apalagi dengan cara bercerita orang pertama kecuali kalau diceritakan dengan gaya orang ketiga, atau kalau sebuah film. Tutur cerita yang singkat-singkat, lebih membuat aku merasa membaca skenario sebuah film. Biasanya, sebuah buku penuh dengan hal-hal yang ada di dalam otak tokoh-tokohnya: pikiran, khayalan, kenangan, apapun itu. Lain halnya dengan senario film yang biasanya lebih banyak berisi kalimat-kalimat yang diucapkan tokoh-tokohnya. Mirip kan dengan buku ini? Kalimatnya pendek-pendek dan saling berbalasan tanpa banyak memuat hal-hal yang lebih detail baik di pikiran tokohnya ataupun hal detail di sekitar tokohnya.

Dharma sendiri adalah seorang perempuan yang sangat beruntung. Dikaruniai banyak hal yang diinginkan banyak perempuan Indonesia, fisik dan non fisik, yang walaupun tidak berhasil menyelesaikan kuliah secara formal di sebuah institut yang konon terkenal itu, punya begitu banyak talenta yang aku yakin banyak diharapkan oleh perempuan lain, punya daya tarik kuat sehingga bisa saja menarik hati seorang laki-laki yang putih, tinggi, pintar, alim dan tajir pula! Aku pikir, menjadi seorang Dharma adalah karunia. Punya keluarga yang tidak terlalu mau ikut campur, punya teman-teman yang menyenangkan (walaupun tampaknya tidak ada yang betul-betul sahabat sejati yang senantiasa ada di saat duka maupun suka, karena Dharma cenderung menyelesaikan segala sesuatunya seorang diri), dan punya malaikat penolong!

Kalau kamu ingin baca sesuatu yang tidak bikin pusing kepala, membuat kamu merasa santai, bisa kamu bawa kemana-mana, mengerti bahasa Inggris dan suka dengan gaya bicara loncat-loncat (yang sangat aku banget), buku ini bisa jadi pilihan yang menyenangan. Tentu saja, kamu akan melihat sebagian dari dirimu di dalam buku ini, sebagian dari kisahmu didalam buku ini. Wajarlah, soalnya cerita Dharma tentu saja bukan hanya monopoli seorang Danni Junus, tapi juga cerita aku dan kamu.

Mbak Dan, Dharma tuh Dina banget deh!! kekekekek....

0 Comments:

Post a Comment

<< Home