This is the stories of my life, my thought, also my feeling. Sad, desperate, laugh, happiness...everything. I just hope we all can learn something. Enjoy

Thursday, December 01, 2005

SAHABAT....

Ketika sahabat-sahabat itu adalah sahabat perempuan, maka para lelaki (baca: para pacar) datang dan pergi sesuai nasibnya (hue he he). Sahabat tentu saja bertahan melihat metamorfosis dari laki-laki yang satu ke laki-laki yang lain, kekekek. Yah, wajarlah waktu lagi kenceng-kencengnya biasanya sahabat suka agak menghilang, setidaknya waktunya tidak sebebas dulu, sih.

Itu kalau kebetulan sahabatan dengan sesama jenis. Gimana kalo persahabatan dengan lawan jenis? Aku percaya pada persahabatan antara laki-laki dan perempuan gak melulu harus berakhir pada hubungan percintaan, tapi tampaknya kepercayaan ini bukan kepercayaan umum ya? Aku jadi bukti deh... Ujung2nya naksir temen sendiri he he...

Persahabatan laki-laki dan perempuan masih sering dianggap sebagai ancaman, apalagi buat para pasangan mereka. Terutama ketika persahabatan itu sudah melewati banyak hal, ketika sebuah panggilan sayang adalah tulus sebagai bentuk persahabatan tanpa ada unsur nafsu (udah ilfil deh untuk urusan nafsu-nafsu-annya)

Sayang sekali, masih banyak orang melihat sahabat pasangan adalah ancaman. Kecuali tentunya ketika upaya pdkt, uaaaaahhh, sahabat (calon) pasangan itu musti didekati demi kemulusan upaya pdkt, tapi seringkali ketika sudah berhasil berasik masyuk, lupalah itu semua, dan mulailah terlihat kebobrokan sobat pasangan yang sebetulnya udah ada dari dulu (sayangnya, mungkin dulu kebelet butuh, jadi agak-agak tidak bisa melihat kecacatan dan aib mereka). Apa ini penyakit posesif? Kayaknya bukan ya?

Sedih sekali aku, baru baru ini kehilangan seorang sahabat. Bukan, bukan karena dia menikah, tapi entah karena apa. Seorang sahabat yang sudah melewati banyak hal bersama, yang sudah menjadi keluarga. Tanpa angin tanpa hujan musti menghilang dari peredaran. Segala bentuk komunikasi yang dimungkinkan di jaman secanggih gini baru bisa dilakukan dengan 1001 pertimbangan dan penuh strategi. Sakit deh. Harga yang musti dibayar untuk kebahagiaan seorang sahabat? Bisa jadi...

Selamat tinggal, sobat, mudah-mudahan kamu sukses dan bahagia…

0 Comments:

Post a Comment

<< Home