This is the stories of my life, my thought, also my feeling. Sad, desperate, laugh, happiness...everything. I just hope we all can learn something. Enjoy

Friday, December 02, 2005

Setengah Jomblo...

Pernah gak kamu punya pacar tapi kok kayak gak punya pacar? Bingung? Misalnya karna long distance relationship ato pacar kamu kebetulan saja memang tidak suka ketemu teman-teman kamu yang kebetulan cerewet-ribut-ramai-hingar-bingar itu jadi kamu harus pergi sendiri (tanpa pacar) kalau kamu mau pergi bersama teman-temanmu, tidak perduli apapun tujuan pertemuan itu. Atau, bisa jadi kamu harus ke undangan perkawinan/ ulang tahun seorang diri, karena si dia (merasa) tidak mengenal teman kamu tersebut (walaupun sudah dikenalkan), tidak diundang secara personal, atau karena memang tidak suka acara ramai-ramai. Kebayang dong, di acara yang melihat-kamu-dari-apa-yang-kamu-pakai-dan-siapa-yang-kamu-gandeng itu kamu bakal disangka masih sendiri aja, sorangan wae, jomblo. Apalagi kalau kamu ternyata harus sembunyi-sembunyi untuk bisa pacaran, entah dari orang tua dan keluarga, atau dari teman sekantor (karena aturannya tidak mengijinkan) atau dari pacar lain kamu (!kekekeke), pasti ada kesempatan yang membuat kamu seakan-akan juga tidak punya pacar.

Yah, itu sih cuman beberapa hal yang mungkin membuat kamu layak disebut "setengah jomblo" atau kalau buku ini sih menyebutnya "slightly single". Setting masih di New York (kayaknya orang itu doyan sekali ambil setting NY, buku-buku ciklit bahkan karangan pengaran Inggris suka ambil setting NY, tidak terhitung jumlah sitkom yang juga ambil setting dari The City ini). Tracey itu perempuan yang punya pacar tapi seperti tidak punya pacar, maklum Will, sang kekasih itu tidak pernah memperkenalkan Tracy sebagai kekasih Will dan juga Will selalu saja butuh cukup "ruang" untuk mengerjakan hal-hal yang harus dia kerjakan. Tracy, tiga tahun bersama Will dengan kondisi seperti itu, membuatnya melihat banyak hal yang tidak wajar terjadi dalam hubungan pacaran menjadi hal yang wajar, sekali lagi atas nama cinta dan karena Tracy menghargai kebutuhan Will dan pertimbangan-pertimbangan Will. Will bisa loh memperkenalkan Tracy sebagai pacar ke teman laki-laki tetapi hanya Tracy tanpa embel-embel ini-Tracy-kekasihku kepada teman perempuan.

Sulit memang berada di kondisi setengah jomblo. Bukan karena baru baca buku ini aku bisa bilang seperti itu tetapi karena ada beberapa situasi yang membuat aku merasa setengah jomblo. Bukan, bukan karena HTS, HTI atau apapun namanya, tapi karena kondisiku, kondisi long distance, dan karena hal-hal lainnya. Aku dan kamu memang harus mencoba memahami, mengerti dan menghargai keinginan pasangan aku dan pasanganmu itu, tetapi tentu saja tidak bisa hanya satu sisi kan? Ada kebutuhan, keinginan dari sisi kita yang juga butuh dipahami dan dipenuhi.

Jadi, kalau pas acara yang penuh dengan lirikan ini-pacarku-dan-mana-pacarmu, yah pahami sajalah, kamu bisa pergi seorang diri atau pergi bersama teman-teman lain, tokh apakah kamu punya pacar atau tidak kan bukan ditentukan apakah kamu selalu bersama berdua seperti kembar siam, kan?

Dan, kalau pacar kamu begitu hangat ketika hanya berdua, dan dingin ketika ada orang lain bersama-sama dengan kalian, aku juga masih mencoba berpikir positif (walaupun makin berat) bahwa dia hanya merasa canggung saja di tengah keramaian. Tapi kalau dia mulai selalu lupa bilang bahwa kamu adalah pacarnya ke teman-teman terdekat dia dan ke keluarga dia, dan mulai butuh ruang yang lebih banyak lagi sehingga kamu tidak bakal mendapat jawaban atas saat-saat dia menghilang-entah-kemana-tanpa-penjelasan-apapun, aku kok agak susah untuk tetap berpikir positif. Kayaknya daripada setengah jomblo gak jelas mendingan jomblo sekalian deh, kan jelas, bisa cari cem-cem-an baru, gitu! (inspirated by rumpi2an sambil sarapan...)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home