This is the stories of my life, my thought, also my feeling. Sad, desperate, laugh, happiness...everything. I just hope we all can learn something. Enjoy

Tuesday, February 07, 2006

CutTie CattiE....

It was a so dark and cold and stormy last night…. Hasil ‘menjebakkan diri’ di Blimbing, tiba2 ngliat ada benda aneh berbulu kuning meringkuk seperti bola di sudut. Apakah gerangan??? Aaahhh… ada anak kucing kedinginan!

Bulu-bulunya kotor, matanya belekan, suaranya lemah, gemetaran. Aku angkat tengkuknya untuk melihat lebih jelas. Hmm… lucu juga. Pungut. Tidak. Pungut. Tidak. Ah… tidak usah… nanti aku nggak telaten lagi. Lalu, aku letakkan si anak kucing ditempat ia meringkuk tadi dan meneruskan jalan ke rumah.

Tapi, baru dua langkah, hatiku menjerit *tsah!*… aaahhh…. Kasihaaaaaaaaaaannnn! Tidak tega! Masak anak kucing kedinginan dibiarin didepan rumah? Manusia macam apa kamu dina??? Akhirnya, aku balik lagi. Lihat bagaimana nanti sajalah. Yang penting dia dikasi makan dan tempat yang hangat dulu.

Jadilah, aku memasak air panas untuk mandiin dia. Menyiapkan sabun dan ‘handuk’ dari kain bekas tak terpakai lagi.

Si anak kucing tidak terlalu banyak bergerak waktu aku mandikan. Tapi, aku langsung merinding… kutunya banyak banget!!! Dengan semangat ’98, aku membasminya satu-satu. Semua disabun dengan teliti, hingga kutu-kutu itu berguguran. Untuk kutu yang membandel, aku ketip pake kuku! Kasihan kucingnya (karena kadang2 aku terlalu semangat), tapi mau gimana lagi? Masak aku biarin kucing berkutu?

Setelah selesai mandi, aku mencari-cari makanan dalam kulkas! Ugh… aku tidak punya apa-apa. Cuma ada susu milo. Aku buat segelas, dan mendekatkan wadah berisi susu coklat hangat didepan hidungnya yang mungil. Eeh… ternyata tidak semudah dugaanku. Kucingnya nggak mau! Paniklah diriku yang malang ini.

Lalu, aku cari-cari segala yang kira-kira bisa dimakan. Ah, ada madu. Mau nggak ya kucing dikasi madu? Habis, nggak ada apa-apa di kulkasku. Masak dikasih buah? Atau coca cola? Atau coklat? Atau saus sambel? Ya nggak mungkin!

Awalnya, dia mau jilat dikit-dikit. Tapi, kucing itu sepertinya terlalu lemah dan tidak bersemangat hidup. Dia maunya terus pejam mata dan tidur. Aku udah panik aja. Takut dia nggak bernapas lagi. Akhirnya, aku ‘sedikit’ memaksakan dia untuk minum susu. Sampai kira-kira dia bisa kenyang, akhirnya aku biarkan dia tidur. Di kotak sepatu yang sudah aku alasi dengan kain supaya empuk. Bahkan, aku kasih syal wool bermerk “gunung bromo” supaya lebih empuk dan hangat. Heheh…

Pagi tadi sebelum ke kampus, aku teringat: aku punya sarden!!! Satu kaleng yang aku simpan di ujung rak, dibalik supermie. Lalu, aku bersihkan bumbunya supaya dia nggak kepedesan. Eehh… pas kucingnya bangun pagi, dia makan dengan lumayan lahap! Yaahh… walaupun dia makan dengan mata masih tertutup ngantuk, tapi dia setidaknya mau makan. Syukurlah… aku bisa pergi dengan sedikit lega.

Hmmm… setelah aku pikir-pikir, aku butuh teman main. Sepertinya, pelihara kucing bukanlah ide yang buruk, afterall. Dan tanpa sadar, seharian ini aku browsing berbagai website tentang pelihara kucing!

Yap. Aku mau pelihara dia, permanently. Lumayan kan? Tempat curahan kasih sayang dan perhatian. Teman buat main dan ngobrol (paling tidak dia bisa bilang ‘miauw’, daripada Milo yang cuma bisa diem dan senyum). Dan pengalih perhatian yang menyenangkan!

Ahhh… selamat datang anak kucing!

0 Comments:

Post a Comment

<< Home