This is the stories of my life, my thought, also my feeling. Sad, desperate, laugh, happiness...everything. I just hope we all can learn something. Enjoy

Tuesday, February 21, 2006

Dina di-PENJARA....!!!!

Untuk pertama kalinya, aku melihat betapa penjara adalah tempat yang tidak menyenangkan: Sel yang sempit, penuh, kotor, kumuh; makanan ala kadarnya; bayaran untuk sipir dan petugas penjara. Juga, puluhan laki-laki yang memberikan tatapan seolah ‘menelanjangi’ aku dan perempuan manapun yang masuk ke dalamnya.

Tapi, ternyata penjara menyimpan lebih banyak kisah menarik daripada itu semua. Terbukti dengan ‘pengalaman penjara’-ku yang terbaru.

Kemarin, aku mengunjungi LP Lowokwaru di Malang. Menemui seorang yang dipanggil ustad (untuk sebagian orang) yang diklaim sesat oleh MUI karena menyebarkan ajaran sholat dalam dua bahasa.

Awalnya, aku sudah membuat janji dengan pengacaranya agar bisa masuk bersama-sama. Tapi ternyata, sang pengacara tidak bisa. Jadilah, aku dan bosku pergi ke penjara ditemani dengan istri sang ustad yang kebetulan sudah di wawancara sehari sebelumnya.

Saat tiba, sang istri dan anak mereka paling bungsu sudah ada disana. Ia lalu membayar ‘tiket’ masuk sebanyak sembilan ribu rupiah. Setelah digeledah, kami boleh masuk. Alih-alih melakukan wawancara personal di dalam selnya, kami berkunjung layaknya tamu. Artinya, kami bertemu di ruang berkunjung dan hanya punya waktu sekitar satu jam.

Melewati gerbang pertama, di sebelah kiri pintu masuk terdapat sebuah hall bertingkat dua. Lantai pertama sudah penuh dengan orang berkunjung. Aku sempat bingung dimana akan mewawancarai sang ustad karena semua bangku dan meja sudah terisi penuh. Tapi, dengan santai sang ustad dan istrinya mempersilahkan kami naik keatas.

“Bagi yang punya pasangan tempatnya diatas,” kata istri ustad. Sesungguhnya aku tidak mengerti maksudnya dan menurut saja. Undak demi undak tangga pun aku ‘daki’ dengan mantap.

Ternyata….. *jeng..jeng..jeng.jenggg…..*
Inilah yang dimaksud oleh sang istri: di setiap sudut ada sepasang laki-laki dan perempuan yang sedang berpelukan, dan yaaa… berciuman dengan hot-nya tanpa peduli sekitar. Tidak banyak memang, hanya ada sekitar sepuluh pasang, menyebar di tiga sisi dinding. Alamaaaaakkkkk!

Terus terang, sulit sekali menutupi perasaan. Lalu, tiba-tiba saja, entah datang dari mana, dikepalaku bermunculan berbagai hal: undang-undang pornografi mengenai berciuman di tempat umum, inul (kok inul ya?), majalah playboy, penggerebekan media porno, alaaaahhh…

Aku sengaja memilih duduk menghadap dinding dengan sang ustad dihadapanku menyender di dinding. Untuk sementara, aku ‘terbebas’ dari pandangan yang – aku rasa – cukup mengguncang jiwa. Setengah jam berlalu dengan serius. Kalimat demi kalimat aku terjemahkan dengan baik, entah itu pertanyaan dari bosku ke ustad atau jawaban sang ustad ke bosku.

Tapi… ternyata ‘cobaan’ tidak sampai disitu. Tiba-tiba ada sepasang laki-laki dan perempuan mengambil posisi tepat diarah pandanganku. *Sigh*. Mereka duduk dengan rapat, tepat dipojok. Awalnya, mereka hanya bercanda, dan aku masih bisa menterjemahkan dengan baik. Lama-lama… kok ya semakin hot ya???? Adoh…! Kenapa tidak ada yang mengerti menjadi interpreter itu dibutuhkan konsentrasi tinggi, apalgi kalo yang memberi penjelasan ngomong panjang-panjang???? Dengan background hot-kiss dan sedikit grepe-grepe, gimana bisa konsentrasi?

Untungnya, tidak lama setelah itu waktu berkunjung selesai dan wawancara segera berakhir. Para napi pun harus segera kembali masuk ke selnya. Aahh… leganya! Itu adalah satu dari sedikit hari dimana aku merasa pekerjaanku ‘sangat berat’.

Sumpah. Ini adalah hal yang teramat sangat baru. Sebelumnya aku tidak pernah terfikir tentang ini. Kalau masalah sodomi di penjara itu sudah hal yang lumrah. Aku membaca banyak referensi mengenai penyimpangan dan sebagainya. Tapi, sebelum ini aku tidak pernah berfikir, bagaimana dengan mereka yang ‘lurus’.

Jadi, apa lesson learn dari tulisan ini? Yak! Jangan sampe deh, masuk penjara!

-CoMMeNt-

mellyana said...
kadang gak perlu sampe penjara kok untuk ketempuhan musti berhadapan yang seperti itu loh :)

6:08 AM

silverlines said...
Aku rasa UU anti pornografi tidak bisa diterapkan untuk mereka,karena toh negara tidak menyediakan tempat yang layak dan "private" untuk "kegiatan" mereka itu. Ya nggak sih ? Kecuali kalau untuk kebutuhan mereka yang satu itu mereka diperbolehkan untuk 'skip' dari penjara selama beberapa waktu, which is of course, out of question.

8:38 AM

Dinda said...
mellyana: kkikkiik...begituh yah? gw mah baru sekali ini begitu...

10:34 AM

silverlines said...
BTW, punya versi lengkapnya UU itu nggak ? Just to learn what our "delegation" in the Parliament have/have not been doing so far ..

11:30 AM

a girl said...
Hihihi, walaupun udah bisa ngeliatin yang kayak begitu2 kalo lagi dugem, tapi kalo terjadinya di penjara, dan lagi terang benderang, dan lagi kerja gitu loh... hahaha, Dina, cobaanmu memang berat, Nak!

Eh, tapi ada yang sampai ML nggak ya? [nyengir]

11:31 AM

komentator nyasar said...
Masuk penjara? tapi saya kan punya kartu Bebas-dari-Penjara...hehehehe...
Ayo, jalan, giliran mu [...lagi maen monopoli ]

11:56 PM

lenje said...
Gw gak akan bicara soal UU pornografi maupun pornoaksi, karena gw ngeliat ini dari kacamata lain.

Sedih gw baca tulisan lo ini Din, karena gw ngeliat bagaimana pada kondisi tertentu "pen-tidakmanusiaan" (sori gak pake istilah baku, karena gw gak tau!) seperti ini dilegalkan di Indonesia.

Lepas dari status mereka sebagai napi, dan kesalahan2 yg telah mereka lakukan di masa lalu, buat gw tidak pada tempatnyalah hak personal mereka dikebiri seperti ini. For God's sake, mosok sih untuk melakukan "kewajiban" itupun mereka gak dikasih tempat tersendiri yang tertutup? Kalo karena alasan keamanan, buatlah tempat "berkegiatan" itu tertutup sama sekali, gak ada jendela, cuma pake ventilasi kecil, kasur sepotong -- tapi jangan jadikan mereka tontonan gratis. Kalo karena masalah kurang tempat, buat aturan penjadwalan kunjungan pasangan! Banyak cara menyiasati berbagai kekurangan bangunan fisik LP Indonesia, asal mau dan kreatif!

Sori agak panjang lebar.. gw jadi pengen buat blog tersendiri. Kalo emang jadi, gw minta ijin duluan nih ke elo, hehehe...

7:23 AM

tamankembangpete said...
moral of the story: biar dipenjara gak harus bad sex life hehehe.
ternyata penjara malang masih sangat manusiawi...

11:48 AM

macchiato said...
kamu gadis pemberani yah?

atau karena tuntutan pekerjaan?

:)

dan suatu ketika saya pernah masuk ke polres tanjung duren, jkt brt, ada sel temporari(?) kecil, sempit, sesak, bau, pengap, berisi 3 orang. ada pispot kecil di sudut sel!

12:58 PM

Dina said...
silverlines:
aku gak punya. tapi ada temen tuh yang punya. ntar aku minta deh. apa sih yang nggak buat seorang silverlines coba? :P

a girl:
gimana mau em-el??? kebuka gitu semua kok!

komentator nyasar:
adoh, monopoli... pengen main deh...

lenje:
buatlah, sistah. gpp kok! Gw percaya keadaan penjara di indonesia bisa diubah kalo ada kemauan. gw pernah baca buku "it's always possible', by Kiran Bedi. sia itu perempuan pemimpin sebuah LP di India. tau dong india keadaannya pasti gak jauh dari Indo. permasalahan yang kompleks bgt bisa diselesaikan dengan baik oleh ibu kiran bedi itu. it's one of my fave book.

tamankembang pete:
emang ada yang lebih parah dari LP malang itu????? dimanaaaaa?????

macchiato:
pemberani? ah, biasa aja *tapi sambil tersipu2 malu...*. itu tuntutan pekerjaan *sambil benerin kerah baju*, kikikikik...

7:34 PM

Okol said...
Those experiences make you different with others in your age...:)

7:57 PM

silverlines said...
Thanks (in advance), my Dear ...

2:07 PM

prazz said...
berat? kenapa berat, din?
dan kenapa juga kata beratnya dikasih kutip? :P

1:29 PM

Dina said...
okol:
adoh kakak. maksukdnya pengalaman liat orang grepe2 membuat gw lebih dewasa gituh? maksudnya gw omes gituh? *pura2 marah padahal gak nyambung!*

silverlines:
no worries. tp kirimnya kemana yak?

prazz:
ya berat lah prazz. maksudnya susah konsentrasi. dikasih tanda kutip karena bagi sebagian orang kerjaan gw tuh gak ada berat-beratnya. :)

2:55 PM

silverlines said...
Is it hard-copy or soft-copy ?

12:00 PM

macchiato said...
masih sibuk jail-hopping kah?
ah dasar pemberani kau.
...

12:36 PM

1 Comments:

Anonymous Anonymous said...

uh kentot enak

12:46 PM

 

Post a Comment

<< Home