This is the stories of my life, my thought, also my feeling. Sad, desperate, laugh, happiness...everything. I just hope we all can learn something. Enjoy

Wednesday, February 22, 2006

Inget PRAM... Buat Renungan ajahhh..

"Sminggu yang lalu, gw ketemu seseorang yang mnurut gw 'kayaknya pernah tau ni orang deh!' Eniweih, biar gak pernah kenal ternyata satu 'komunitas' pecinta buku dibandung (ULTIMUS gituw!!Dunia PLATO gituhh!!Gw anak POTLUCK, dia anak masjid gituoohh!!). Dan dia ngaku cuintah mati ama Pram. He's Fajar. Nice too meet you, gw jadi kangen buanget ama bandung. Kayaknya lu cucok deh ama si Bambang, pecinta Pram. GBU, Gutlak buat Toko buku lo yang baru, jar!!! MULTATULI..!!!
-dina-

Musolini lupa, atau mungkin terlalu bodoh, bahwa dengan memenjarakan Antonio Gramsci hal itu tidak dapat membendung, apalagi menghancurkan gagasan perlawanan dan ide-ide kritis Gramsci. Di dalam penjaralah justru Gramsci menemukan penajaman ide-ide kritisnya. Justru di dalam penjaralah Gramsci mampu merajut gagasan cemerlang yang hingga kini banyak dianut orang.

Seperti halnya Musolini, Soeharto pun melakukan kebodohan yang sama ketika dia melemparkan Pram ke Pulau Buru. Pulau Buru boleh terisolasi, Pram boleh dipenjarakan, dan karyanya boleh dibakar, tapi virus idenya tidak dapat dimusnahkan. Selama di Pulau Buru justru Pram banyak menemukan penajaman gagasannya.

Seperti halnya gagasan dan ide-ide kritis, rasa cinta dan kasih sayang manusia pun tidak bisa dibendung, tidak bisa dipenjarakan, tidak bisa dimusnahkan, tidak bisa dipisahkan. Bolehlah kita memisahkan dan memenjarakan seseorang secara fisik dan memberikan aturan pelarangan, tapi jangan pernah bermimpi bisa memenjarakan atau memusnahkan perasaan jika tidak ingin menerima kebohongan dan pemberontakan diam-diam.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home