This is the stories of my life, my thought, also my feeling. Sad, desperate, laugh, happiness...everything. I just hope we all can learn something. Enjoy

Tuesday, February 14, 2006

Salam Untuk Ibu Daw Aung San Suu Kyi

Bu.
Jika aku bisa menemuimu hari ini, maka pagi ini akan kubawakan melati terwangi untuk kusematkan dirambutmu. Aku tau kau suka bunga, terutama yang harum. Aku akan mengatakan betapa aura kecantikanmu tak pudar meski usiamu kini 62. Tatapanmu masih hangat, sehangat teh yang akan kubuatkan usai kau melakukan meditasi pagimu.

Bu.
Kadang aku malu dengan konsepku menjalani hidup. Aku kerap menerjemahkan ‘living live to the fullest’ menjadi berbuat apapun yang kumau, tak perduli dengan apa yang dikatakan orang. Tapi, kau mengenalkanku pada makna sesungguhnya frasa itu. "To live the full life," katamu, "one must have the courage to bear the responsibility of the needs of others … one must want to bear this responsibility." Aku tertohok, bu.

Bu.
Aku tau, harapanku sama dengan semua orang yang berada diluar dinding yang mengurungmu: jangan pernah berhenti merasa kau adalah orang yang bebas, seperti katamu tahun 1996 lalu saat seorang jurnalis mewawancaraimu. Karena Bu, diseluruh belahan dunia, semua orang yang menyayangimu berusaha memberikanmu semangat. Bahkan disini, ditempatku kini berada. Dua malam lalu, kami memotong kue untukmu. Membagikan kue ke semua orang seperti membagikan semangatmu untuk tetap tegak tanpa kompromi dengan militer keparat yang berkali-kali membungkammu.

Bu.
Salam dari hatiku. Cinta selalu menyertaimu. Cinta dunia kepadamu akan segera membebaskanmu. Aku percaya itu.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home