This is the stories of my life, my thought, also my feeling. Sad, desperate, laugh, happiness...everything. I just hope we all can learn something. Enjoy

Tuesday, February 14, 2006

Untuk Perempuan Yang Sedang Berduka....

Hai, perempuan yang sedang berduka!

Kapan terakhir kali aku melihat kau jatuh cinta seperti beberapa waktu lalu? Merasakan kupu-kupu menari di perutmu saat kau bicara dengannya? Atau getaran listrik halus yang menyengat setiap sel tubuhmu saat kau menatap matanya? Atau merasakan jantungmu berdebar kencang saat membayangkan senyumannya?

Dunia berwarna merah jambu, pasti! Setiap orang yang kau temui di jalan seolah-olah tersenyum padamu. Setiap cahaya matahari pagi kau sebut cerah. Setiap rinai hujan kau sebut indah. Dari bibirmu terlantun lagu dan matamu berkerlip bahagia.

Dan kau mengutuk jarak yang dengen semena-mena melebarkan langkahnya. Mengutuk waktu yang dengan sengaja melambankan gerakannya. Sembari, jemarimu menuliskan puisi-puisi berisi namanya pada setiap kata. Membayangkan setiap gerakan tubuhnya. Hangat telapak tangannya saat menyentuh pipimu. Senyum indahnya yang ditujukan padamu…

Taukah kau, wahai perempuan yang sedang berduka?
Mengalami rasa itu adalah anugrah… Maka, bersyukurlah untuk itu…

(Maafkan aku jika sempat meneteskan air mata karena iri setengah mati saat melihatmu menikah. Aku, tak pernah tahu bagaimana indahnya rasa itu...)

Jadi, jika kau menangis malam ini, sudahlah… Ini hanya dunia. Hidup ini bagiku, wahai perempuan, adalah lompatan-lompatan emosi tiada henti. Kau tertawa hari ini, dan menangis besok, dan kemudian tertawa lagi keesokan harinya. Akan selalu seperti itu.

Maaf juga jika aku tidak memberikan jawaban yang luar biasa saat kau bertanya ‘aku harus bagaimana?’. Karena seperti kukatakan tadi, mengalami rasa itu adalah indah. Kau tak kan pernah tau rasanya jika kau tak mencobanya.

Jika aku adalah kau… maka akan kuambil resiko apapun untuk bisa mengalami apa yang kau rasakan saat kau jatuh cinta. Meski setelah itu aku juga sesekali akan menangis lama…

Wahai perempuan yang berduka….

Kau yang memutuskan untuk menikah dengannya…Maka dialah jodoh yang digariskan padamu. Saat kau sedih, ingatlah, betapa kau mencintainya dengan begitu besar…. Dan dia juga sama...

Satu hal lagi, wahai perempuan yang berduka…
Kita bisa minum kopi dan berbincang malam ini. Menertawakan dunia dengan lelucon kita… Kau mau?

0 Comments:

Post a Comment

<< Home