This is the stories of my life, my thought, also my feeling. Sad, desperate, laugh, happiness...everything. I just hope we all can learn something. Enjoy

Sunday, March 26, 2006

Aku... ehm... melihat.. anu... Burung....



Hobi kamu apa? Menyanyi? Menari? Fotografi? Memancing? Hmmm… sepertinya biasa. Tapi, aku punya dua teman yang hobinya cukup asing, kalau tidak mau dibilang aneh: nengokin burung! Halah!

Siapa yang tidak prihatin mendengarkan ini, coba? Orang cerdas seperti mereka, bisa tahan berjam-jam hanya untuk mengeker burung, memperhatikan dengan sungguh bentuk kepalanya, lantas dicatat dengan teliti. Aih-aih… Kalo cuman miara sih paham, tapi ini....

Tapi, akhrinya ‘keprihatinanku’ atas hobi Mas Wicak dan Pak Mbilung terjawab sudah. Ternyata memperhatikan burung itu memang seru! Aku sudah membuktikannya sendiri. Aku betah berpanas-panas ria, terpanggang gosong tanpa sunblock, demi memperhatikan burung. (eh, btw… nggak ada yang berpikiran aneh kan kalau aku bilang ‘burung’?).

Ceritanya, sabtu lalu aku diajak sama Pak Mbilung, untuk bird-watching, begitu istilah kerennya. Bersama dengan tujuh ‘pakar burung’ yang lain, kami pergi ke untuk melihat burung air atau water-bird. Pak Mbilung bilang, untuk pemula seperti aku, burung air memang lebih mudah dilihat karena besar dan ada pada jam berapapun.

Dengan binocular pinjaman, aku berhasil mengidentifikasi delapan jenis burung. Bayangkan, DELAPAN!!! Hebat ya? Dina gitu loohh!!! (pssttt... pak Mbilung, jangan bilang-bilang kalo aku mesti dikasi tau dulu nama burungnya baru nyocokin dengan gambar di buku yaaa!). Bagiku ini ‘prestasi besar’. Yaa…. Maklum. Selama ini aku hanya tau jenis burung ‘standar’: burung emprit, burung bangau, burung perkutut, burung kakak tua, atau paling banter juga kookaburra karena mereka maskotnya Australia.



Nah, para bird-watcher ini mengajarkan aku cara mengidentifikasi burung. Caranya, kita ihat warna paruhnya, lalu liat warna kakinya, terus perhatikan warna punggungnya. Lalu, lihat di buku, itu namanya burung apa.

Percobaan pertamaku adalah pada sekumpulang burung mirip bangau yang sedang nongkrong di sawah. Mmm… rada susah juga melihatnya. Pertama, karena aku belum terbiasa pakai binocular, jadi kepalanya pusing dan goyang-goyang. Kedua, mungkin karena memang mataku rabun aja gitu!

Setelah bersusah payah, aku bisa melihat burung berparuh kuning, berkaki kuning kehitaman dan badannya berwarna putih. Setelah lihat di buku, ternyata itu adalah Little Egret (egretta garzetta). Aku juga sempat melihat little egret yang non-breeding, yang paruhnya hitam dan kakinya juga hitam.

Selain mengidentifikasi burung, ada banyak hal baru yang aku pelajari. Misalnya, ternyata di dunia ini ada 9000 jenis burung, dan 1500 diantaranya ada di Indonesia. Sekitar 200 jenis, merupakan burung yang hobi bermigrasi, berpindah dari utara ke selatan dan kemudian balik lagi ke utara saat musim berubah. Dan tau tidak? Ternyata, burung itu kalau bermigrasi memang membentuk format huruf V, sama seperti yang ada di kartun-kartun itu! Keren nggak sih?

Dan soal per-birdwatching-an ini, ternyata ada banyak orang yang hobi loh. Bahkan, setiap tahun, ada saja yang menyelenggarakan lomba bird-watching. Cemana pula itu ya? Pak Mbilung menerangkan lomba ini adalah kompetisi siapa yang bisa paling banyak mengidentifikasi burung dalam satu area selama 24 jam. Biasanya, satu tim berisi 3-4 orang. Kepikiran buat bohong? Just forget it. Nggak bakal bisa. Dan sekali ketahuan, bakal di black-list seumur-umur dari dunia perburungan.

Tertarik buat lihat burung-burung? Gimana kalo rame-rame aja kita geret Mas Wicak buat ngajakin kita ke tiap dia mo liat burung? Setuju kan?

ps: makasih pak Mbilung atas edit dan koreksinya... btw, kalo pada pengen liat nama spesies burung-burung dan berbagai hal lainnya, bisa liat di websitenya kantor si bapak ini loh.

-CoMmEnts-

Lenje said.....
Hmmmm... here comes the noveau ornithologist! (bukan hornithologist loh ya, heheheh...)

2:38 PM

wicaksono said...
waaaaa .... awas ya kalau berani geret-geret ke pulau rambut. aniwei, ini sekadar tips, pakailah masker bengkoang utk membuat kulitmu putih kembali. putih? gimana caranya ungu berubah putih ya, kekekekek ...

12:09 AM

macchi said...
LOL
di sini juga ada loh egret. burung buruk rupa. tapi baik hati??? eheeehee

8:01 AM

Dina said...
lenje: weits...jangan suka dipleset2in dengan sengaja... (kalo gak sengaja boleh, hehehe!)

wicaksono: aahh.. payah. di depan orang bilangnya 'awas kalo geret2', tapi coba kalo bedua, pasti dirimu yang menggeret2 aku ke kantin.. huh... lelaki memang suka begitu... (wakwakkwak.. kena lo bos!)

macchi: ini 'saingannya' postingan kookaburra mu, hahahha!

11:41 AM

komentator nyasar said...
kalo dengar kata "burung" jadi ingat di kampus dulu ada dosen, namanya ibu Ani Mardiastuti dengan "gerombolannya" Kelompok Pecinta Burung. Orang2 aneh...hehehehe, tapi senang juga, bisa minjem binokuler, buat...ngelirik anak2 dari fakultas lain....hihihihihi...:D
(Kehutanan cewe nya dikit...huhuhuhu)
hornythology??...siapapun yg ngambil mata kuliah itu, maka....kuakakakakak :D

7:05 PM

0 Comments:

Post a Comment

<< Home