This is the stories of my life, my thought, also my feeling. Sad, desperate, laugh, happiness...everything. I just hope we all can learn something. Enjoy

Friday, March 03, 2006

Beli Di KA...



"Dilihat dulu mbak... ikat rambutnya, murah aja, seribu... seribu... ada jepit, ada karet, macem-macem..."
"Sayang anak bu..sayang anak! Ada mobil-mobilan.. ini bagus bu"
"Minumnya yang haus... yang haus... yang hauss... ada aqua dingin, jeruk dingin..."
"Becak? Ayo mbak, hujan nih... nanti kebasahan, naik becak aja.."
"Tahu? Kacang? Seribu aja.. seribu..."
"Mau minium mbak? Ambil aja... Gopek aja kok!"
"Ya buku murah untuk persiapan akhirat. Silahkan dilihat dulu. Murah... Murah..."
"Donat teh? buat oleh-oleh? Masih bagus, berbagai macam rasa..."
"Yang haus... yang haus... yang hauss..... Teh botol, fruti, cocacola, dingin... Yang hausss..."
"Korannya koran.. korannya koran. Jawapos seribu aja. seribu aja koran Jawaposya"
"Buku pintar untuk anak-anak. Mencerdaskan anka anda. Murah saja bu!"

Semua ada di dalam Kereta, atau di stasiun tempat pemberhentiannya. Mulai dari yang remeh-temeh, sampai yang complicated ada disini. Sebut saja: Jual tahu, gorengan, kacang, jeruk, pear, apel, donat, jambu, pulpen, tissue, rokok, permen, coklat, kancing peniti, frame foto, koran, buku, obat, mainan anak-anak, minuman berbagai macam jenis dari aqua, soft drink sampe extra joss, jepit rambut berbagai macam bentuk dan berbagai macam warna, tali beha transparan, pisil alis, lipstik, bedak, sapu tangan, wahh... pokoknya macem-macem deh!

Kamu mau beli apa? Beli aja di kereta!

Walaupun awalnya rada bete, tapi pada akhirnya aku harus bilang terimakasih banyak ke Andin, sahabatku. Karena dia, aku en Roy 'terselamatkan' dari duduk diBus yang membosankan selama 2 jam lebih menempuh jarak Mlg-Sby.

Dengan gagah perkasa perkasa dan penuh perhitungan, Andin bilang supaya kami naik KA saja. Cos lebih deket kerumah dia kalo naik KA. Howkieh...

Lima menit berlalu biasa-biasa aja. Aku masih dalam ogah-ogahan mode dan berkali-kali berfikir kenapa tidak naik Bus aja. Tapi, saat terbiasa dengan berbagai suara dan atmosfirnya, maka dua jam di kereta itu jadi menyenangkan. Pengamen yang dateng serombongan, lengkap dengan ketimpung, atau penjual segala macam barang yang tak lelah menawarkan dagangannya, atau anak kecil yang membersihkan lantai kereta untuk limaratus perak saja, atau malah sepasang anak muda yang bercanda di depan pintu kereta. Semuanya jadi detil menarik yang membuat aku betah berlama-lama.

Andin cuma bisa geleng-geleng kepala waktu aku en Roy 'membantai' moment-moment itu dengan kamera. Meskipun lebih banyak goyangnya karena kamera yang aku pakai tidak secanggih itu, plus akunya amatiran. Tapi itu menyenangkan...

(Iyah iyaahh Poto lu bagus2 Roy!!! Lu pan potograper, gw kan amateur !!!! Eniweih, Adin ituh tuuhh yang lagi baca2. Gw? Ogah ah majang, kringetan gituh... ga cakep hi hi hi)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home