This is the stories of my life, my thought, also my feeling. Sad, desperate, laugh, happiness...everything. I just hope we all can learn something. Enjoy

Monday, April 10, 2006

Tes...tes....

Pernah dengar lagu ‘Strong Enough’ oleh Sheryl Crow? Yang salah satu liriknya bilang: “…Are you strong enough to be my man?”

Pernah nonton film ‘51st Date’, oleh Drew Barymore dan Adam Sandler? Tentang Drew yang punya short term memory loss, hanya bisa inget sesuatu dalam 24 jam saja? Dan Sandler yang naksir dan berusaha membuat Drew jatuh cinta sama dia setiap hari. Yak, Every single f**in day! Whatta sacrifice!

Those two are just beautiful. Keduanya membuat sebuah konsep dikepalaku bahwa perempuan manapun didunia ini sangat layak untuk dicintai sepenuh hati. Bahwa yang namanya laki-laki, should never…ever… give up on women.

Aku egois? Mungkin. Tapi aku merasa layak untuk bahagia (and so does every women on this universe). Dan nggak sembarang orang bisa menjadi ‘the choosen one’, orang terpilih yang bisa ‘menemani’ sampai akhir hidup. (yo, all ladies… put your hands on the air and say ‘yeaahhh’!)

Makanya, siapapun yang dekat denganku harus melalui serangkaian ‘tes’. Berbagai macam tes mental untuk melihat apakah mereka ‘strong enough’ atau tidak. Apakah mereka sungguh-sungguh, atau tidak. Apakah mereka cukup berharga untuk diberikan kesempatan, atau tidak. Apakah mereka cukup layak untuk kejatuhan cintaku, atau tidak. Apakah mereka cukup pantas mendapat curahan semua perasaan, semua kasih sayang, dan semua perhatianku, atau tidak?

Apakah jenis tesnya? Heheheh… rahasiaaa…! Habis, nanti bisa dijadikan bahan counter intelijen bagi para lelaki hidung belang. (untuk para perempuan, silahkan japri ajah ke aku, hahahah!). Tapi, intinya, tes ini meliputi berbagai aspek kehidupan. Tes ini bisa melihat kualitas-kualitas prinsip yang harus ada pada diri laki-laki. Apakah dia cukup cerdas dan tangkas, apakah dia punya visi misi dalam hidupnya, apakah dia gender sensitive, apakah dia tidak akan melakukan KDRT kalo dah kawin (wahwahahwa), apakah dia tau cara membuat nyaman, apakah dia cukup tabah dan bisa diajak hidup susah, apakah dia bisa menerima aku apa adanya– lengkap dengan segala kegilaan penting maupun tidak penting.

Bahkan, setelah dia lolos dari berbagai tes yang sophisticated itu, dia akan melalui saringan yang selanjutnya. Apakah diterima baik oleh sahabat-sahabatku (walaupun keputusan akhir ada pada diriku, tapi tetep, dia harus bisa get along dengan sahabatku). Setelah ada lampu hijau dari para sahabat, maka, tahap selanjutnya adalah menghadapi dua saudaraku yang oke sekaliiiii!!! Nah… baru setelah itu, dia akan sampai ke big-boss! Papa, dengan kumisnya yang melintang angker, dan tatapan sebeku es di kutub (gak sgitunya kalee!!! Sori Pah, hiperbolis Dina kumat)

Hingga hari ini, hanya ada dua laki-laki yang berhasil sampai ke tahap big-boss. Yang pertama adalah ‘sang anak yang sangat baik, sopan dan rajin sekali’ (btw, papa bilang dia ‘terserahlah…!)’ Tapi, sepertinya kita berdua dikalahkan oleh tes yang diselenggarakan sang Waktu dan hati yang berubah… (*halaahh!*). Yang kedua, adalah yang terakhir. Dan Papa bilang "bolehlah".

Men. They just don’t get it… Padahal, semakin susah jalannya, maka akan semakin manis pula hasilnya. Dan… I’m sure. I’m worth fighting for!

Bukan begitu, girls???

d.

CoMMenTs


komentator nyasar said...
o, iyaa, setelah nanya dukun beranak di seantero negeri..hihihihihi.., sayah tau emang kamu layak koq diperjuangkan!!! yaaahh,walaupun kurang suka ama cowok gondrong, tapi, hey, nobody's perfect,khan...kuakakakakakak...

buat cowok2 yg pengen ikut tes, tidak ada "modal dasar pembangunan" utk naklukin hati nona ini selain "ketulusan dan kesabaran". Perkara cerdas,punya visi/misi, gender sensitive,dst, bukankah itu standar biasa? buat yg blom nyampe ke level itu...hmmm...toooolonglah dewa-dewi, bukakan pintu hatinya...hehehehe...
Tentang ketulusan, meminjam lagu Sheryl Crow...no one said it would be easy... ayooo, kita nyanyikan sama2, 1,2,3 yaa...:)

Buuu, saya ga bisa ikutan kompetisi di sini [emang ada yg ngundang?...hahahahaha], bukan krn kamu bukan tipe sayah [wowww,kamu masuk komunitas perempuan2 tangguh, nona!!! caluuutt], tapi krn ....saya orang yg aneh ;)

meminjam lirik lagu Sheryl Crow [lagi] ....run,baby,run...:D *kabuuurrr*

1:44 PM

a girl said...

Gue pernah suka tuh lagunya Sheryl Crow yang Strong Enough, tapi nggak begitu suka sama 51st Dates. Gue akuin sih ceritanya manis bangeeeet, tapi kok agak2 nggak mungkin gitu loh. Cowok kayak Adam Sandler? Yang mau berkorban jiwa raga untuk bikin cewek jatuh cinta terus sama dia? Tiap hari? Hari geneee?

Hehehe.

10:32 AM

Dina said...

komentator nyasar: Aduuhh, bapak komentator ini menohok banget deh! (ohok..ohok...!). Btw, dapet bocoran tentang 'ketulusan dan kesabaran' dari mana neh? dukun beranak yang jadi nara sumber anda layak dikasih bonus tuh! huhuhuhu...

a girl: yaahhh... secara adam sandler tampangnya 'penuh kegalauan' gituh! (eufimisme yang anehhh!) Emang sih rada2 gak mungkin. Tapi yah... namanya juga pilem. moral of the story-nya itu yang mengharukan (meskipun visualisasinya 'terlalu' ekstrim)

9:31 AM

0 Comments:

Post a Comment

<< Home