This is the stories of my life, my thought, also my feeling. Sad, desperate, laugh, happiness...everything. I just hope we all can learn something. Enjoy

Sunday, June 04, 2006

Pancasilas day!!

Saya merah, kamu hijau. Aku hitam, kamu kuning. Rambutku keriting, rambutmu lurus. Dan kita pun berbeda. Tapi, perlukah perbedaan itu membuat kita bercerai? Bukankah kita memang tercipta laki-laki dan wanita, dan menjadi suku-suku dan bangsa yang pasti berbeda ... seperti lirik lagu Laskar Cinta milik Dewa 19?

Saya tak tahu jawabnya. Mungkin mereka yang di luar sana lebih tahu. Mereka yang selalu gontok-gontokan, yang suka saling serbu, saling injak, saling pamer kekuatan. Mereka yang selalu merasa lebih benar dibanding yang lain. Aku kuat, maka aku menang. Kamu lemah, maka kamu kalah.

Saya cuma tahu bahwa hiruk-pikuk yang berlangsung sampai beberapa puluh tahun setelah kemerdekaan itu menyebabkan kita kian sadar: kalau kita mau survive sebagai bangsa, kita butuh lambang milik bersama. Semacam pelabuhan, semacam rumah asal, ke mana kita bisa pulang bersama -- setelah saling bertengkar.

Apakah rumah itu bernama Pancasila?

Mungkin. Pancasila memang tak pernah membayangkan masyarakat sebagai taman Firdaus. Sorga. Sebab, masyarakat itu kumpulan manusia yang tak sempurna. Konflik, misalnya, bukanlah sesuatu yang mustahil.

Masalahnya ialah bagaimana menyelesaikan serta mengelolanya?

Menarik untuk merenungkan, bagaimana pandangan Pancasila dalam mengelola konflik. Haruskah pihak yang berkonflik -- "kita" vs "mereka" -- saling mengucilkan bahkan menghabisi? Ataukah perlu selalu disediakan jembatan - antara "kita" dan "mereka", sebagai kemungkinan, biar kecil, ke arah berbaik kembali?

Bukankah kita memang tercipta laki-laki dan wanita, dan menjadi suku-suku dan bangsa yang pasti berbeda ....

0 Comments:

Post a Comment

<< Home