This is the stories of my life, my thought, also my feeling. Sad, desperate, laugh, happiness...everything. I just hope we all can learn something. Enjoy

Monday, July 31, 2006

TENTANG SEBUAH BUKU

Selasa siang, seseorang memberikan saya hadiah. Sebuah buku. Hadiah ulang tahun. Hadiah ulang tahun yang tertunda tepatnya

Pertengahan Juli lalu saya masuki usia 24. Seseorang merencakan untuk memberikan saya sebuah buku. Meski awalnya ia mengatakan tak memiliki rencana untuk menghadiahkan saya sesuatu. Tapi belakangan saya tahu, ia merencanakan sesuatu. Ia, seseorang yang baik hati itu, diam-diam mencari sebuah buku. Untuk saya. Sebuah buku untuk hadiah ulang tahun saya. Sebuah buku yang terakhir dicetak pada Oktober 2004.

Buku ini membuatnya pergi ke toko buku yang ini, ke toko buku yang itu, ke pasar buku di luar kota, ke pameran buku. Dan nihil. Ia tak kunjung bertemu dengan buku ini. Tapi, ia berjanji, satu hari, ia pasti membawakan buku itu, hadiah ulang tahun untuk saya.

Janjinya ia tepati.

Mengejutkan. Ia sodorkan buku itu, masih dalam plastik putih, tak dibungkus dengan kertas berwarna-warni, lazimnya hadiah ulang tahun. “Seperti janji gue,” ia tersenyum, sebelum menghilang kembali, berbaur dalam kerumunan. Cara memberi hadiah yang aneh

Esok malamnya saya pulang lebih awal. Berlama-lama memperhatikan sampul buku -Jalaluddin Rakhmat, Meraih Kebahagiaan- hadiah ulang tahun yang tertunda itu. Dan mulai membacanya. Satu halaman, dua halaman, berpuluh-puluh halaman, satu bab, dua bab.

-kamu pikir saya nggak bahagia- saya bertanya pada si pemberi buku
+ bukan, bukan begitu. tapi buku ini buku bagus, jawabnya cepat.

Saya memang tak pernah bercerita padanya. Selepas ulang tahun, saya malah mudah sedih. Merasa hidup saya datar-datar saja. Berpikir hidup tak bergerak seperti yang saya rencanakan. Sindrom usia 24, begitu kata seorang teman.

Dan buku ini seperti telunjuk seorang teman yang sedang mengingatkan. Buku ini, memanggil berbagai kenangan, untuk memikirkan kembali hal-hal kecil. membuat saya kembali berhitung tentang betapa luasnya nikmat yang Allah beri dalam hidup. Bahagia itu adalah pilihan. Kang Jalal -begitu sapaan akrab untuk Jalaluddin Rakhmat- menjabarkan dengan baik tentang bahagia dari beragam segi; agama, filsafat, juga psikologi.

Buku ini membuat saya tersenyum, beberapa bagian dibuat Kang Jalal dengan sentuhan humor yang cerdas. Saya juga merasakan haru saat sampai pada beberapa bagian, pada kisah Bopsy -anak penderita Leukimia yang bercita-cita menjadi pemadam kebakaran- juga ketika Kang Jalal menceritakan betapa ia bahagia ketika ia merayakan ulang tahun, dikelilingi keluarga, dan suara parau Delshadi, cucunya bernyanyi : Happy birthday, Aki Jalaal!. Buku ini mengajarkan saya satu kebiasaan baru : emosi positif untuk energi positif

Seusai membaca, saya kirimkan pesan pendek untuk teman baik saya itu. -sekali lagi terima kasih. bukunya bagus. dan kamu tahu, mengenalmu di tahun ini adalah momen yang membahagiakan-.