This is the stories of my life, my thought, also my feeling. Sad, desperate, laugh, happiness...everything. I just hope we all can learn something. Enjoy

Tuesday, September 12, 2006

SURGA DAN NERAKA?!?!

In heaven all the interesting people are missing. —Friedrich Nietzsche

Surga dan Neraka rasanya lebih dekat bersama kita saat kita kecil.


Perkenalan pertama dengan Surga adalah tentunya saat dikasih tau semua orang supaya jangan nakal dan jangan membuat ibu (terutama) marah-marah, karena surga katanya ada di telapak kaki ibu.

Sebagai anak kecil sejati, tentu informasi ini ga cukup kuat menghalangi kita berbuat seperti anak kecil. Untungnya walaupun ibu dulu suka marah-marah kalo kami nakal, kita tetep punya waktu idul fitri untuk minta maaf dan ibu selalu maafin. Jadi tentunya jatah surga di telapak kaki beliau masih ada. :)

Neraka yang aku kenal dengan lebih graphic lewat komik serem, yang dibeli emang-emang yang menjual komik dari rumah ke rumah (komik kok ttg neraka gituloh), dimana di dalamnya digambarkan siksaan neraka yang dialami oleh mereka yang jahat saat hidup. Orang-orang dibakar, dicambuk, ditusuk, wanita digergaji payudaranya dan segala macam siksaan. (Siapa sih yg bikin komik ini!?)

Takut sih saat liat gambarnya. Tapi itu kan cuma komik (hahaha). Terlalu jauh dari realitas sehari-hari yang melibatkan sebagian besar lari-lari sampe keringetin dan ga pulang sampe sore.

Kadang-kadang memang kedua konsep abstrak itu muncul di hadapanku. Misalnya saat belajar ngaji terbata-bata di rumah dulu kalo memang ada ayat ttg surga atau neraka.

Atau muncul saat ada anak cewek di kelas waktu SD (selalu cewek), alim yang ga bisa ngomong apa-apa lagi waktu digangguin selain bilang, “Ntar masuk neraka lho!”

Di lain waktu seorang teman (yg udah lupa namanya) memberi peringatan dengan penuh keseriusan, “Eh jangan maen sama si A dia kan nanti masuk neraka.”

Ga ngerti saat itu kenapa dia bakal masuk neraka. Besoknya baru gue “ngeh” rupanya menurut sang teman si A bakal masuk neraka karena beragama X.

“Tapi kenapa ga boleh maen sama dia sekarang, toh masuk nerakanya masih lama?” adalah pertanyaan selanjutnya yang terpikir dan tidak terjawab.

Kalo neraka jadi sebuah alat untuk melarang-larang kita, maka surga jadi sebuah tempat menyenangkan yang cukup sering aku bayangin waktu kecil.

Aku ngebayangin, nanti di hari akhir kalo aku, adik, ibu, bapak dan keluarga-keluarga bakal ngumpul bersama di surga dan kita bakal seneng banget bisa ketemu satu sama lain diantara milyaran manusia yang dibangunkan di hari akhirat.

Ga hanya keluarga, tapi terus juga pengen temen-temen masuk surga juga. Tetangga karena baik juga. Bahkan bintang film yang aku suka, dalam dan luar negeri juga. Kita nanti semua ketemuan di surga pokonya! (padahal pas idup aja ga pernah ketemu hehe)

Surga bagaikan sebuah country club dimana orang-orang yang gue sukai dan gue anggap baik boleh masuk.

tiap agama pasti punya surga yang diyakini. Apa sebenarnya itu semua satu tempat yang sama, atau misalnya bertetangga. Tempatnya beda tapi berdekatan. Dan kalo memang berbeda, surga mana yang lebih bagus? (hi hi hi)

Surga sendiri berasal dari kata Hinduism, Swarga yang letaknya ada di puncak Gunung Mitologis Semeru (bukan Semeru yg di Jawa) yang artinya tempat transisi, menunggu antara proses reinkarnasi. Bukan tempat akhir, yg disebut Moksha yg justru lebih mirip dengan Surga.

Orang Polinesia, memiliki 10 lapisan surga Kiko-rangi, Waka-maru, Nga-roto, Hau-ora, Nga-Tauira, Nga-atua, Autoia, Aukumea, Wairua dan Naherangi. Dimana masing-masing diperintah oleh seorang dewa.

Sedang agama yang berasal dari Tradisi Ibrahim kurang lebih memiliki konsep yang sama tentang Surga, dimana intinya kalo kamu jadi orang baik, maka kemungkinan kamu masuk surga bakal jauh lebih tinggi daripada kalo kamu jadi orang jahat.

Beranjak dewasa Surga dan Neraka karena suatu sebab, kemudian jadi kehilangan tempat istimewa lagi dalam kehidupanku.Tentu aku masih berusaha jadi orang baik yang melakukan ritual dan kewajiban agama. Aku ga inget kapan terakhir mikirin surga dan neraka sebelum nulis posting ini. Aaahh baru sekarang aku tersadar, sebegitu besarnya aku lebih memikirkan tentang dunia...

Kapan terakhir kali surga dan neraka jadi hal yang memotivasi untuk melakukan sesuatu?

Ga pernah pikiran-pikiran di atas terlintas di kepalaku. Saat ngerjain sesuatu, motivasiku udah lain berlapis-lapis seperti surganya orang polinesia.

Dan begitu juga orang banyak rasanya.

Apa Sergey dan Larry bikin Google karena pengen masuk surga?

Apa Bill Gates mundur dari Microsoft karena pengen masuk surga?

Apa Warren Buffet mau mendonasikan $37 bilyun (80% dari kekayaannya) untuk amal karena pengen masuk surga? (kalo ini iya kayanya hehe)

Apa kita diet atau ganti handphone karena pengen masuk surga?

Apa kita begadang nonton sepakbola karena pengen masuk surga?

Apa Aku ngeblog karena pengen masuk surga?

Sedihnya, aku merasa jawaban “biar masuk surga” sebagai alasan terdengar kekanak-kanakan dan bukan sebab valid untuk menjelaskan sesuatu.

Sekian banyak hal yang aku kerjain hari ini, dan sayangnya ga satupun yg aku kerjain, yang kalo ditanya, aku bisa jawab karena pengen masuk surga.

Semoga itu cuma aku, dan semoga surga dan neraka masih memotivasi kamu setiap hari.

Dan semoga kamu ga pernah liat komik serem tentang neraka tadi waktu kamu kecil.

-CoMmEnT-

Jefri bukan Bukhori Said...
Ada satu hal dalam konsep agama kita yang lebih bermakna, yaitu: “berbuat sesuatu supaya mendapat ridha-Nya”
Surga hanyalah salah satu hadiah kecil yang didapat dari mendapatkan ridha-Nya.
Salah satu kunci mendapatkan ridha-Nya adalah berbuat sesuatu dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab.

Wadehel said...
Kalau saya FPI, saya mbakar diskotik, menghujat playboy, mendukung syariat, memuja MUI, karena pengen masuk surga. Itu dianggap kekanak-kanakan? Mau di somasi yah? Mungkin saya akan mensomasi anda juga dengan motivasi surga :D
huihihi

Zahir said...
Kehilangan makna dalam berbuat?
Mungkin saatnya kembali merenungkan tentang pertanyaan-pertanyaan penting dalam hidup ini, seperti, “Who am I”, “Where am I from?”, “Where am I going to go?”, “Why do I live?”, “What for?”, “Is there life after death?”, “Was I self created or was created?”, “By whom?” dll….

Klovazsky said...
hihihi belum menemukan godspot ya? surga/neraka. itu mah cuman konsekuensi dari kesadaran hati doang, kalo dalam hati selalu memilih bisikan
setan, ya otomatis dia ke surga, kalo dia milih bisikan malaikat ya ke neraka. Pada dasarnya asal semua agama ya dari Allah, semua untuk menyatu kepada Allah swt,
cuma islam aja datengnya telat, setelah semua agama muncul (paling pertama Hindu), kok tau-2 ada agama baru yg nyempurnain semua agama2 samawi sebelumnya; karena Tuhan sayang sama manusia, agar kembali menghadap kepadaNya dengan bersih, kan ini
juga karena Adam dulu makan buah khuldi jadi anak cucunya turun ke dunia untuk menempuh cobaan akibat rasa iri dengki sombong iblis yang dulunya merupakan malaikat tertinggi juga, doi ga terima kenapa manusia yg terbuat dari tanah dijadikan
mkhluk paling mulia, kenapa bukan malaikat atau jin?. Percekcokan yang terjadi diseluruh dunia antarumat beragama selama ini karena kita cuman ngerti dasar2nya dr masing2 agama doang, sehingga satu sama lain gak mau saling ngalah ya saling
berperang deh. Hal2 kecil pun bisa dijadikan alasan utk berperang, krn sudut pandangnya beda. Pada islam semua kekurangan & kekeliruan masing2 agama dr dulu disempurnakan (makanya datengnya telat utk memperbaiki kekeliruan & kesalahpahaman
utk mengenal Tuhan), contoh: kenapa daging babi diharamkan, karena penuh dengan dampak negatif; belakangan ini banyak penelitian membuktikan, kenapa alkohol juga diharamkan, dll. Tapi masalahnya kan gak semua umat manusia bisa menerima cahaya kebenaran ini krn mereka ga ngerti (blm mendpt hidayah & pencerahan) istilahnya.
Padahal yang justru kita cari adalah keinginan menyatu kepada Allah, Allah mempunyai 99 sifat yang ditiupkannya kepada manusia agar manusia menyatu kepadaNya, tapi setan yang menentang kekuasaanNya selalu mencari cara agar manusia selalu tersesat. Tapi cinta Tuhan yg luar biasa selalu menuntun kita agar lebih dekat kepadaNya melalui utusan-2Nya, bahkan beberapa literatur mengatakan bahwa Sidharta Gautama merupakan
nabi/utusanNya juga utk menyucikan manusia agar bisa mencapai nirwana/kesempurnaan/surgaNya, tapi kita gak perlu susah payah, gak perlu bertapa lagi utk mendapatkan petunjuk itu, kan sudah ada
Alquran dan Hadits, jadi ikuti saja itu. Alquran kan lautan ilmu, knapa gak digali lebih dalam, kita bersama-2 gali, kita kan lagi sama2 belajar?? Tapi setan selalu menghalangi dgn berbagai cara utk menutupi godspot/fitrah dengan kemilaunya dunia: Disinilah cobaan dan ujiannya. Dan inilah alasan utama manusia utkhidup: semua demi cinta (cinta kepada harta, ilmu,Tuhan, keluarga, teman, pacar, anak, istri, uang. Semua orang di bumi hidup demi itu, apapun profesi yg mereka jalani, baik blogger, politisi, ilmuwan, astronot. Semua demi cinta, dan cinta adalah bahasa universal yang agung. Semua tindakan manusia yang diebutkan di atas adalah demi cinta. Elo jadi blogger pun demi cinta. Kerja pun demi cinta. Jadi jurnalis pun demi cinta. Nabi jadi nabi pun demi cinta (demi cintanya kpd Tuhan & manusia), jd mahasiswa pun demi cinta, jd penjahat pun demi cinta (walaupun ia hanya sendiri, pada
akhirnya pun demi cinta, cinta kepada dirinya sendiri), jd ustadz juga demi cinta, jd pemain bola juga demi cinta. Cintalah yang menyembuhkan & menyebabkan segalanya terjadi. hal-hal negatif terjadi (iri, marah, sombong, pembunuhan, kekerasan, perkelahian, pengadudombaan, menipu) sebagai suatu bentuk dari bekerjaNya setan utk mempengaruhi manusia. Jadi apalagi yang kita cari kalau bukan Tuhan kita sendiri?? Yah kita sama-2 belajar lah. Mahap komen gw panjang, napsui banget gw ngejelasin isi kpala gw he he he...

dodi said...
komik itu, tentu gw inget. yang ada gambar orang ditusuk dari pantat, terus nembus ke mulut. itulah hukuman bagi HOMOK!
eniwe, jadi inget ustad waktu gw kecil pernah bilang, di surga apapun permintaan kita akan dikabulkan. “bisa minta eskrim banyak2 dong,” gw nanya. ustad membenarkan
di umur seperempat abad ini, gw ga gitu ngefans ama eskrim..

Dental said...
gw atheis biar masuk surga..aahh entahlah..

anymatters said...
Sebenernya baru kali gw baca blog tentang surga dan neraka. Dan ini sangat menarik!
Kalo boleh kasih tanggepan, sebenernya gw udah merasakan surga itu sejak thn 90an.Surga yg gw maksud adalah suatu kesempatan dimana gw msh bisa hidup sampe sekarang. Bekas jahitan di kepala yg membuktikan. Suatu ketika gw dikerubutin berandalan, sampe akhirnya terjatuh namun belum sempat ada yang menikam, polisi sudah datang.Ketika jatuh dengan mata tertutup saya meneriakkan kalimat ini, “Allah, tolong saya!”.
Jadi kesimpulannya, surga adalah dunia ini yaitu ketika Tuhan menolong kita. GBU All…

avianto said...
Konsep klasik “Reward & Punishment” - R&P =). Sangat bermanfaat untuk mendidik masyarakat atau golongan berlevel primitif - atau kurang berpendidikan.
Nah ini yang bikin gue heran… Kita terbiasa sekali dgn konsep R&P ini sehingga kita jarang berpikir dididik dgn konsep lain, misalnya “Jangan nakal karena menyusahkan orang” dan bukan karena “masuk neraka” - “berbuat baik karena menyenangkan” dan bukan karena “masuk surga”.
Kenapa ya? Karena lebih gampang ber-R&P? Ah, sudahlah… Ini udah ada di otak gue sejak kurang lebih 15 tahun terakhir sih…

Dhika said...
saya ngasih komen, biar kamu jadi inget surga dan neraka, biar pula masuk surga. kalau dah sama2 inget, mudah2an ntar bisa kopdaran di surga, gimana?

Waxca said...
Surga adalah tujuan akhir hidup, mau kemana lagi kalau udah mati, ke neraka?
Mati datang kapan saja, bayi pantes, anak muda pantes, dewasa pantes, orang tua apalagi, laki perempuan bahkan “homok”.
Siapa tahu habis baca blog ini langsung mati.

ivo said...
Jika surga dan neraka tak pernah ada, masihkah kau sujud kepadaNya?
Jika surga dan neraka tak pernah ada, masihkah kau, menyebut namaNya?
(Dhani Ahmad menyadurnya dari tulisan seorang tokoh sufi Basra abad ke 8 Rabi'ah Al Adawiyah)

q2 said...
postingannya mantep. surga dan neraka? supaya manusia berbuat baik dan gak ganggu orang lain juga alam. gimana kalo surga dan neraka gak ada? ahmad dhani ama chrisye.. gak bakal dapet royalti.. he he he.

didats said..
gw masih inget banget komik yang elu maksud itu…
hihihi…
tapi sekarang, gw gag mau komen, mo nyanyi aje…
jika surga dan neraka tak pernah ada…
ah, udah ah…

ragil said...
gw dulu juga pernah baca komik macem itu. kok bisa2nya yah, dulu dapet dari mana juga udah lupa,hehehe…guru ngajiku dulu pernah bilang , klo di surga tu kita bakal dikelilingi bidadari2 cantik. berhubung gw cewe, berarti klo di surga tar dikelilingi bidadara2 donk,hehehe…

ono said...
Berfikir akan surga dan neraka maka konsep yang terjadi adalah perhitungan yang berujung dengan untung atau rugi.
Bagaimana dengan ikhlas, itulah kehidupan yang sesungguhnya

Alia said...
Bila konsep Surga atau Neraka tidak ada,
masihkah kita mau percaya dan memuja Tuhan?

poetra said...
Aku tetep berbuat dengan motivasi ingin dapet surga. Cuman sekarang agak terbagi, surga dunia dan akhirat. Berbuat baik sama orang lain bukannya tanpa pamrih, tapi tentunya supaya tenang dan senang. Itu surga dunianya.
Kalo surga akhirat, ya tentunya kita semua tau lah ya :)
Somehow, ada satu yang menarik dari pemikiran sufistik. Pernah aku baca dimana, seorang sufi biasanya akan berdoa, bahwa jika mereka beramal karena ingin masuk surga, sesungguhnya mereka termasuk merugi. Jadi yang bener, karena Alloh.. hehehe…

isnaini said...
History of God karya Karen Amstrong kayaknya bagus tuh buat bahan literatur.

sandynata said..“Dan semoga kamu ga pernah liat komik serem tentang neraka tadi waktu kamu kecil.”

wah boss.. saya dulu bacaan nya komik itu dari TK sampe SD, sayang entah kamana adanya itu komik.. merinding juga sih liat gambar2nya.. hii.. ada yg sampe ditusuk kayak sate.. minum besi cair yg panas.. tangan di potong pake gergaji trus tumbuh lagi trus dipotong lagi.. (eh kudu disensor g? kan adegan kekerasan..hihihi..)
baca komik neraka masuk surga g ya?..

Rangga said...
Kalo lahir adalah titik A dan surga adalah titik B, berarti ada banyak jalan ke sana.
Tapi emang paling enak ngikutin peta yang udah tertulis.
Asal gak asal baca aja… ntar bawaannya nyasar dan sok-sok ngebelain diri secara frontal…

oping said...
sama!!! sayah juga mengalami si komik-komik menyeramkan itu.. pertanyaan berikutnya adalah.. bo', berapa juta orang yang pernah baca komik kayak begituan? i mean, terkadang komik yang 'gak jelas' walaupun isinya tentang surga dan neraka tapi kalo gaya narasinya agak 'aneh' kan bahaya juga. apalagi dulu sayah baca komik kayak gitu pas kelas 2 SD.. bayangin interpretasi anak kelas 2 SD kayak gimana.. sutreso lah gue.

joko said...
Assalaamu'alaikum
Ini penting,..posting yg mantapp…
so gini Din, bukannya gue sok-sokan, tapi emang gue sok;), jadi mo ngoment..Pertama: Konsep surga dan neraka di sampaikan oleh “The God”, jadi tidak percaya dengan sur-ner,tidak percaya dengan god..berarti..shalat,or ke gereja dan sebagainya..tiada artinya. Kedua: Konsep surga dan neraka itu memerlukan ideologi, ideologi itu harus dapat di uji sebagai pedoman hidup (woeldview),yang berarti, konsep sur-ner dan segala bentuk jalan menuju kesana harus pahami berdasarkan ideologi itu….continue..mo tutup..assalaamu'alaikum

-tikabanget- said...Pernah nonton Constantine?
Itu penggambaran neraka paling logis menurutku..Hehe..
Ada di teori Einstein soalnya tuh..

benisuryadi said...
Mbak, bapak saya namanya Ridwan, sama ma malaikat penjaga surga.
dulu waktu kecil saya suka pakai nama beliau buat nakut-nakutin teman yang nakal ga bakal dimasukin surga..
hehehe

Hyoutan said...
Dah baca Death Note belum?

arif albantani said...
ada tiga tipikal manusia dalam beribadah kepada Tuhan. Pertama adalah tipikal pedagang, yaitu mereka yang beribadah (berbuat baik) supaya mendapatkan surga, seperti pedagang, dengan amalnya yang sedikit ia mengharapkan keuntungan (balasan) surga. Kedua, adalah mereka yang beribadah seperti hamba sahya (budak), mereka beribadah seperti seorang budak, mengerjakan segala yang diperintahkan karena takut mendapatkan hukuman, ia beribadah kepada Tuhan karena takut kepada neraka Tuhan. Yang terakhir adalah ibadahnya orang yang merdeka, ia beribadah kepada Tuhan atas dasar cinta Tuhan, ia tidak peduli akan surga dan neraka, sebab Tuhan lebih dari sekedar surga dan neraka. kenikmatan tertinggi pada hari akhir (pada keabadian) bukanlah kenikmatan surga dan neraka, tapi saat kita mampu memandang wajah Tuhan. Rabi'atul Adawiyyah melukiskan “Ilahi, jika aku mengabdi (beribadah) karena mengharapkan surgaMu, maka haramkanlah surgaMu untukku. Jika aku mengabdi karena takut nerakamu, masukanlah aku dalam nerakaMu. Tapi jika aku beribadah atas dasar cinta kepadaMu, meneladani segala akhlakMu, maka izinkanlah aku memandang wajahMu”

Nofie said...
Tumben mengisi dengan posting spiritual semacam ini. Bagus. :)

ime' said...
mmmm… surga dan neraka? gue juga sekarang udah kehilangan relevansi-nya tuh, nda. gak tau kenapa. yang ada di otak gue cuman satu, lakuin segala sesuatu dengan memberikan yang terbaik cieeehhhh. kapan lagi lo bisa ngasih yang terbaik kalo bukan di bumi (sekarang ini?)?
menurut gue, masuk surga atau neraka, itu nggak bisa gue takar, yang bisa cuman Yang Punya Otoritas Tertinggi.
yah, sama kayak main bola laaahhh… diatas kertas Brazil masuk final, realita, Italia yang masuk final sialaaaannn!!!! Prancis pake' kalah lagi!!!! Portugal juga ngegemes'in!!! iiihhh… apa sih??? kok jadi bola??? nggak nyambung banget yah?
semakin kita mengukur kebaikan kita, semakin kita nggak yakin apakah kita masuk Surga ato nggak… at least, itu yang gue rasa'in ;)

jadi, jalan'in ajalaaahhh :P enjoy ajaaaahhhhh… and do your best ;)
kalo gue,ngeblog buat maen-maen buat masuk Surga :P
panjang yah komen gue, kayak ngisi BUKOM :)):)):))

Stevie said...
Menurutku, kalau kita percaya (beriman) pada kehendak Tuhan, kita tidak perlu pusing nanti akan masuk Surga atau Neraka. Yang penting berusaha menjadi manusia yang baik, mensyukuri dan mengembangkan setiap talenta dan anugerah-anugerah lainnya semasa hidup ini.

siwoer said...
komik yang itu pernah liat Din. dan pas ngikut training ESQ http://www.esq.co.id/ muncul lagi :D

hanny said...
Dikatakan ketika kita mati, jasad fisik kita tertinggal di dalam tanah dan yang 'naik' ke surga atau neraka adalah 'jiwa' kita.

Tetapi mengapakah surga digambarkan sebagai tempat yang penuh dengan buah-buahan dan air jernih yang bisa dimakan sampai kenyang, dan bidadari/a yang akan melayani hasrat seksual kita; sedangkan neraka merupakan tempat di mana manusia dibakar, ditusuk, atau disiksa—bukankah semua ini hal yang dirasakan secara fisik?

Jika saya masuk surga (amin), saya lebih ingin berdiskusi dengan Tuhan, merasa damai, dan bahagia.

Itu saja.

Jika saya berbuat baik hari ini, itu bukan dimotivasi surga dan ditakuti neraka. Saya ingin berbuat baik, just because I want to.

Abah oryza
surga itu adalah sebuah tempat yang indah yang diperuntukan bagi mereka yang taat kepada-Nya, keindahan sebenarnya bukan ada di surga, tapi bagaimana kita bisa mensyukuri apa yang telah dijanjikan pemilik jiwa kita, dan di balik surga ada pemilik-Nya, sehingga keindahan sebenarnya adalah ketika kita dipertemukan dengan pemilik surga itu.
neraka adalah ketakutan yang dikarenakan kelalaian dan kedurhakaan kita atas segala anugerah yang telah dilimpahkan kepada hamba-Nya, hakikat dari neraka adalah keyakinan dari sebuah perintah dan larangan dari sang pemilik, apakah kita mengikuti jalan-Nya atau kita membangkang kepadanya, dikarenakan keegoisan kita, dan kesombongan kita, wallahu a'lam bishowab

Mahendra said...
Gue juga waktu kecil (umur 6 or 7 tahun?) pernah baca komik tentang neraka yang kayak Enda ceritain. Bener komiknya serem dan (menurut gue sih) agak porno, karena orang-orang di nereka di komik tersebut digambarkan telanjang semua (telanjang dan digoreng hiii...).
Syukurlah komik tersebut nggak beredar lagi. Nggak bagus buat perkembangan psikologis anak kecil (kayak Gue dulu). Gue sekarang lagi putar otak, gimana caranya nanti bisa mendidik anak gue (sekarang baru 19 bulan) untuk senantiasa berbuat baik tanpa perlu mengiming-imingi atau menakut-nakuti anak gue tersebut dengan konsep surga atau neraka.
Berbuat baik ataupun menghindari berbuat tidak baik harus dilakukan dengan ikhlas. Bukan semata mata hanya karena menginginkan surga ataupun hanya karena takut masuk neraka.

Dharma Manggala said...
Din, it's a good one.
Just one note: in Hinduism, moksha is nothing similar to svarga or 'surga' (Re your notes: “…Bukan tempat akhir, yg disebut Moksha yg justru lebih mirip dengan Surga.”). It's correct that the ultimate objective of Hindusim is moksha; Hindu believers care less about svarga. At least, that's my understanding.

Amanda said...
Surga dan Neraka yah. Aku juga baru baru ini mikirin lagi tentang kedua tempat itu.
Kedua tempat itu emang ada. Yeah… I believe it.
And sekarang aku lagi pengen jadi bidadari syurga, atau ratu bidadari syurga.