This is the stories of my life, my thought, also my feeling. Sad, desperate, laugh, happiness...everything. I just hope we all can learn something. Enjoy

Saturday, September 02, 2006

Tentang semua rasa itu...

saya merasakannya. sekarang. ya rasa itu.
ha-ha-ha. akhirnya saya mengakuinya. (mmm… bukan mengakui; seorang pengajar di sebuah kursus singkat penulisan yang sempat saya ikuti pernah berkata: hindari kata “ia mengaku …” di badan tulisan, kok mengaku? memangnya ia melakukan kejahatan sehingga harus membuat pengakuan, lebih baik, ujarnya saat itu, gunakan kata lain seperti “ia mengatakan …”)
nah, tahu kalau rasa itu ada dan tumbuh dalam diri saya toh bukan sebuah kejahatan, jadi tidak perlu ada pengakuan,
mmm …
lebih tepat mungkin begini:
akhirnya saya mengatakannya.

saya berbisik pada dunia; ya, saya tahu, rasa itu, tumbuh,
menebal seiring dengan perjumpaan-perjumpaan kami, saya dan dia

mengapa? ujar dunia
mengapa apa?
mengapa ada rasa itu?
loh, mengapa tidak?

yang pasti bukan rasa yang sama dengan yang saya rasakan tiap kali tenggat tulisan datang. dan saya -sipemalasyangkerapmenunda-nundapekerjaan- akan menaikkan kecepatan, berusaha menyelesaikan semua di menit-menit terakhir. bukan, bukan seperti itu.

rasa itu lebih seperti suasana sore hari, dan saya berjalan-jalan di pedestrian, langit jingga, rintik baru saja usai, dan lampu-lampu kota mulai dihidupkan, cahayanya berpendar, bayangan lampu-lampu kota terlihat di satu dua genangan air, dan saya berjalan. perlahan. tanpa beban. ringan. menikmati sore yang merekah. bahagia.

saya merasakannya. rasa itu.
menyenangkan.

dan

tiba-tiba saja saya ingin pergi ke bulan
kita pergi ke bulan yuk. ha?. ayo, sebelum bulan ngambek. kok?. setelah ilmu pengetahuan meluas, bulan tak bisa lagi berbangga diri, sebab penduduk bumi akhirnya tahu kalau sinar bulan itu sebenarnya bukan datang dari dirinya, satu hari nanti bulan lelah -aku bosan, kau dengar matahari, sejak saat ini aku tak mau menerima pantulan sinarmu lagi- jadi sebelum bulan pundung ayo pergi ke bulan. anak yang aneh, katanya, tergelak.

dan

tiba-tiba saja saya ingin ia ada di sini
agar saya bisa berlama-lama duduk bersisian, mencuri harumnya, berbagi tutur, sesekali memandang lekuk wajahnya

saya merasakannya. ya rasa itu. rasa yang seperti daun kering jatuh dari ranting yang menjulur di pinggir sungai kecil. lalu terbawa air. mengalir. meski tak tahu akan ke mana daun kering itu bermuara -ke sungai yang lebih besarkah, ke lautkah, atau tersangkut di batu kali besar warna hitam, atau malah dipungut seorang anak kecil bertelanjang dada yang sedang memandikan kerbau, atau tidak ke mana-mana, di situ-situ saja, berputar-putar di pusaran air tak jauh dari batang pohon tempat daun itu tinggal sebelum ia luruh- saya akan tetap menikmatinya, rasa itu. karena apa? karena saya tahu apapun yang menanti saya di ujung sana, hidup saya akan baik-baik saja. pasti

-CoMMeNtS-

mita Says:
horee horee, dina sedang happy
hmmm, rasa itu … selaluuu saja datangnya tidak terduga.

Mbilung Says:
I love you without knowing how, or when, or from where.
I love you straightforwardly, without complexities or pride;
so I love you because I know no other way …
(Sonnet XVII, Neruda).
Nikmati saja sudah rasa itu …

ini_aku Says:
wuihh..kita perempuan kalo lagi jatuh cinta ya..bener2 deh. drama drama drama..hehehe…slamat berbahagia deh

cj Says:
whaaaa~ ikutan happy, dina!
*peluk peluk mode*

Marley Says:
Fly me to the moon
and let me play among the star
let me see what spring is like
on jupiter and mars
in other words hold my hand
in other words darling kiss me

Fill my life with song
and let me sing forevermore
you are all I hope for
all I worship and adore
in other words please be true
in other words I love you

–frank sinatra–

untuk mbaknya: “Met jatuh cinta deh…”

restituta Says:
aku ingin melihat embun,
aku ingin mencium bau tanah dan harum rumput basah,
aku ingin melihat matahari terbit,
aku ingin melihat matahari tenggelam,
aku lelah dengan kerjaku menggauli kibod dan monitor…

hore, sebentar lagi pulang kampung…
hore, jogja tunggu aku…
hore, aku bisa melihat sawah…
hore, aku bisa melihat kerbau dan sapi…

ah cukup…
ayo kembali ke rutinitas lagi…
mengetik dan mengolah kata…

ameliadewi Says:
tiba-tiba saja saya ingin ia ada di sini…
saya yakin dia juga berpikir begitu

agar saya bisa berlama-lama duduk bersisian…
pasti dia juga pengen

mencuri harumnya…
ga perlu mencuri, pasti ikhlas dikasiin

berbagi tutur…
& saling mendengarkan

sesekali memandang lekuk wajahnya
berulangkali juga gapapa kaleeeee

huehehehe ah senengnya liat (baca kisah) yang lagi falling in luv…
tularin ya mba…
pengen ketularan…
tular..
tular…
tular..
huehehehehe

may Says:
suit suit, manis banget Mba, semanis rasa itu, jangan lupa bersyukur selalu

Dina Says:
halo semua
semoga sabtu ini menyenangkan ya
terima kasih terima kasih
*hug mode ON*

paulus Says:
jatuh cinta lagi, jatuh cinta lagi

selamat yeee ;D

yoyok Says:
haiyah, gimana nih, mau komen tapi udah dicomot semua gini…jadi kehabisan ideh :p

yoyok Says:
ah iya , ada nih !
don’t love someone because what who how they are,
from now on start loving someone because you WANT to

hey, tunggu…kok mirip Pablo Neruda nya mas Mbilung ya ? :p

ndoro kakung Says:
jangan berakhir
kuingin sebentar lagi
satu jam saja
kuingin merasa
rasa itu pernah ada….
[satu jam saja @ asti asmodiwati]
nggak nyambung ya? yo ben ah….:p

Moes Jum Says:
Waahhh isine koq lagu sama puisi thok …
Wis lahh langsung ae diparani wonge, trus diambung, nek perlu di-klamuti … ngantek teless ….(lho koq malah saru kii … sorry yo Mbak)

ica Says:
cuit cuit…

cihuy didin…

yup. nikmati saja. n i k m a t i s a j a!!!!!

eyi Says:
Pasti!
Eh, amin…
Senangnyaa… melihat si dina sedang senang

roi Says:
jangan lupa bersyukur sama Tuhan ya…

daus Says:
asik … bibi Din merasa senang lagi. itu tandanya ponakan bakal dapet traktiran gratis-tis-tiss …

paman tyo Says:
ehm. saya juga pernah muda.

riza Says:
aiiih .. masih regular ta?

Pemburu Mitos Says:
Mitologi Cinta
KETIKA dua manusia pertama harus memulai
perjalanan ke dunia maka malaikat di surga cemas
sekali bila damai yang dulu ada di surga di hati keduanya
akan hilang karena malaikat tak bisa membayangkan
seperti apa dunia itu nantinya maka dua malaikat
meminta agar mereka ditugaskan saja mengiringi
Bunda Hawa dan Bapa Adam ke dunia tapi Tuhan hanya
mengizinkan keduanya terikut di dalam hati dan
Tuhan pun mengubah dua malaikat itu menjadi Cinta
yang serta merta menghadirkan rindu yang pertama
sehingga terciptalah pertemuan yang pertama
lalu terselenggaralah persetubuhan yang pertama dan
ketika diminta kembali dua malaikat itu meminta
diri untuk meneruskan tugas yang hingga kini
tak pernah membuat keduanya jenuh menunaikannya.

Nan&David Says:
gambar ^lope lope^ kedap kedip gak mbak?? wahhh senengnyaa..

bagas Says:
yang benar sedang jatuh cinta apa patah hati?? klarifikasi tuh..;p

Dina Says:
patah hati ….
hiks
huaaaaaaaaaaa
*bagas, dari mana kamu bisa tahu?*

restituta Says:
Dinaa…. hati nggak mungkin patah deh.. paling retak.. tapi retaknya bisa ditutup kok hakuna matata, Dinaa!!!!

indri Says:
pernah denger hukum kekekalan cinta, na? cinta itu tidak bisa diciptakan dan tidak bisa dimusnahkan. Cinta hanya bisa dipindahkan dari satu hati ke hati lain.