This is the stories of my life, my thought, also my feeling. Sad, desperate, laugh, happiness...everything. I just hope we all can learn something. Enjoy

Saturday, November 04, 2006

For (wannabe) a Second Mom...I Just wanna say "THANK YOU.."

Assalamualaikum Ibu? Apakah Ibu disana baik-baik saja? Semoga Ibu dsana senantiasa sehat..
Maaf, karena lebaran saya tidak bertandang kesana. Hanya sekedar menitipkan salam pada putri dan putra Ibu serta mohon maaf atas kesalahan saya...

Saya hendak memberi kabar Bu. Ya, kabar dari saya. Aduh, saya harap Ibu tidak terkejut mendengarnya. Saya ...

Saya sedang dekat dengan putra Ibu.

Saya bukan penganut paham jatuhhatipadapandanganpertamanisme. Dan saya tidak ingin rasa itu ada, pada saat yang belum seharusnya hadir.

Saya sangat amat jarang bertemu dengan putra Ibu, bahkan dalam 6 tahun ini, hanya dapat dihitung jari. Hingga terkadang pun saya lupa bagaimana wajah putra Ibu...

Pertemanan saya, baik sejak SMA maupun sekedar sms atau email ternyata akhir-akhir ini menuai satu hal. Saya mulai menyukai hal-hal kecil yang ada pada dirinya yang bahkan saya baru tahu akhir2 ini. Saya memang sedikit melupakan wajahnya (Ibu pasti tertawa jika tahu betapa saya sangat pelupa). Yang saya ingat, saya suka senyumnya. Cara ia menyipitkan mata setiap kali cahaya datang dari depan dan menyorot wajahnya. Gelaknya. Kebiasaannya membetulkan letak kaca mata atau dengan serius mengajari saya matematika dan fisika (hingga saya yang pemalas ini langsung juara satu hingga kedua orang tua tercinta saya bikin syukuran hahaha..).

Hanya itu?

Masih banyak, Bu.

Bu, kami punya kepribadian yang sangat berbeda. Minat berbeda. Hobi yang tak sama. Saya yang berkutat dengan dunia sosialita, dan dia yang bergelung teori2 fisika. Dan anehnya, saya kok ya bisa menerima sisi-sisi lain dari dirinya. Bersabar ketika ia datang menghubungi disaat saya sudah terlelap, pada kebiasaannya bercerita hal-hal yang sama sekali bukan bidang saya (iya Bu, ih putra Ibu itu sering sekali deh bercerita teori Schrodingger, yang bikin saya kebengong-bengong ga ngerti dan nyaris pengen bales dendam bercerita tentang hukum tata negara ha ha ha). Tapi ya begitulah, selain masalah bidang 'aneh' yang kami geluti, nyambung2 aja tuh...

Saya juga tidak ribut dan menerima kecintaannya akan dunia hitung-menghitung (yang mungkin dia anggap sebagai tantangan main tebak-tebakkan yang mengasyikkan), seperti halnya dia juga tidak meributkan dunia sosialita saya yang penuh hiruk-pikuk...

Ia tempat saya berbagi tentang beragam mimpi (”pengen deh buka usaha sendiri, capek aja gitu kerja kantoran. Aku juga ingin terus bepergian dan melihat tempat-tempat baru. Aku juga terus berusaha menjadi orang yang lebih baik setiap harinya,” ini sebagian mimpi yang pernah saya tuturkan padanya Bu)

Kesabaran putra Ibu juga luas. Ia bisa dengan tenang menghadapi saya yang kadang-kadang (kadang-kadang atau sering ya?) manyun dan diam seribu bahasa saat suasana hati sedang tak cerah. Atau dengan sabar mendengar segala celoteh saya yang banyakan tidak penting.

Dan saya tahu, jika sudah tiba saatnya nanti, kepadanyalah akan saya tambatkan hati saya, kepadanyalah segala rindu akan tertuju, kepadanyalah akan saya curahkan segenap kasih. Dan kepadanyalah, saya akan menjadikan diri saya makmum dibelakangnya. Mengabdikan sisa hidup saya menjadi pendamping hingga ke surgaNYA.

Hingga tiba saatnya nanti, Insya Allah, saya akan benar-benar jatuh hati pada putra Ibu.

Terima kasih telah membesarkan putra Ibu, mengantarkannya hingga ia menyelesaikan pendidikan; memberinya bekal agama yang cukup, hingga saya tak meragukan dirinya mampu menjadi imam; membesarkannya dengan rasa kasih yang dalam, sangat dalam (dari cerita-cerita putra Ibu, saya tahu ia hidup di lingkungan keluarga yang sangat-sangat hangat). Terima kasih atas segala yang telah Ibu lakukan untuknya. Terima kasih...

Jika tiba saatnya nanti, kami, saya dan putra Ibu, akan saling menjaga satu sama lain. Menyelaraskan langkah tanpa harus memangkas ruang gerak masing-masing. Mudah-mudahan, kami akan baik-baik saja, besok, esok, dan keesokan harinya lagi. Dan kami tak akan pernah lepas dari doa yang Ibu panjatkan...

Rasanya sudah terlalu banyak yang saya tulis. Saya sudahi dulu di sini saja Bu. Teriring doa dan peluk cium untuk Ibu.

Salam Hangat,
Dina

-CoMmeNtS-

dyah Says:
oooowwnngg…..so sweeeeeeeeeeeeeeeet………

ciplok Says:
lovely letters

neenoy Says:
aih, seneng deh bacanya. Kamu jadi anakku aja deehh!!!! witta big hug, dahling!

devie Says:
nyenengin buat dibaca. mbak keren deh kalo soal ngolah kata.

indri Says:
indah sekali, Na

roi Says:
wah-wah-wah…
mendingan diomongin langsung kayanya ya…

reena Says:
aih … aih …
semoga si Ibu juga nge-blog dan buka postingan mba Dina ini … hihihi …

yenie Says:
iya Bu … saya juga sangat bersyukur kalao eh .., um …, a-a-da p-put-putra Ibu satu lagi yang masih lajang, hehehe ..

dika Says:
Lho lho lho…? Kok aku kelewatan beberapa episode dirimu ya?
Gak sopaaaaann!!!

rani Says:
so, wedding bell segera terdengar
so happy 4 you sister *bighugs*

SyL
Innaaa.. senang sekali baca tulisannya.
‘love is in the air’ nya terasa sekali.
wish we could continue our conversation over gasoline hunting from kuta - jimbaran - uluwatu - kuta again. once again, i am so happy to read your post. salam kenal mbak syl untuk si empunya mambu srengenge hi hi hi.

ssst… it was nice meeting you in bali, something in which coincident and unplanned is sweet and wonderful, isn't it?

Lelaki harum karbolmu yang patah hati Says:
weQ!!
aku malah jadi sedih…
mengingat masa depan ku hampir pasti tidak sesuai dgn harapanku…
after all nice letter…

T_T *KABBUURR*

gre Says:
eh, cowoknya baru lagi yah? hi.. hi.. *oneng*
lalu yang hobi makan di warung ciek du tigo onde mande cusde, si tukang ojek itu piye kabare? he.. he..

tukang nggedeblues Says:
ikut seneng, Na !!! hehehehehe……..

kapan nih, mo diresmikan ke jenjang yang lebih serius? tak tunggu lho, undangane….hehehehehe

GReTaN Says:
jadi putranya sapa tuh, Jeng?

hanny Says:
Innaaaalucu sekali posting-an yang ini … hmmm ceritanya udah mau ketemu ‘camer’ ya? hehehe ayo, kirimkan postingan ini pada Ibunya … !

restituta Says:
“duh, manisnya calon istri anakku”, kata Ibu si harum matahari sambil tersenyum dari langit… hi hihi

Na, inget, kirim undangan ar!san ke temen2 yaa, sebelom THR mereka abis! *reminder supernorak lewat tempat yg ga semestinya, biar lo sebel, hahaha*
love u sis! salam buat si beach boy (beneran nelayan ato tukang sewa papan surfing sih?!?!)!

paman tyo Says:
Nak Dinna, saya juga pernah muda. Pernah kasmaran. Pernah berbunga-bunga. Pernah bingungan. Pernah gumunan. Pernah GR — bahkan sering.

Nikmatilah masa mudamu, Nak. Petiklah cinta, piaralah dalam hatimu dengan sebaik-baiknya perawatan.

Milikilah dia dengan sepenuh pemahaman, tanpa niat menguasainya. (Hayahhh!)

pipit Says:
Dinna iniii.. gak berani ngomong langsung?! jangan chicken dong ah… *ngomporin* huehehe.

bril Says:
Na, si dia ini menebarkan harum matahari, ya? apa ya parfumnya?

stania Says:
Ibunya bukan Ibu Kita Kartini kan? hehehe :p

ny satya Says:
terharu dengan postingan kali ini. semoga jalan bahagia untuk kliyan berdua ya..

fortuna Says:
Very well said Na’… always amazed with the way you compose the words… flowy and brings out the emotion…

Apart from that… speak the love!!! Oooohhhh yeeeaaahhhhhhh!

kampret nyasar Says:
Udah cepetan ajak ngobrol aja anak-nya si Ibu itu.. kalau dia jual mahal, kasih tau saya, saya bersedia menunggumu loh hi hi hi *kabuurr, bareng si karbol*

amali Says:
Assalamualaikum Mbak Dina..
Kalimatmu sangat menggugah dan memberi inspirasi pada si pembaca..
aku yakin si “ibu” akan selalu tersenyum jika ia bisa membaca tulisanmu.
ajari aku menulis mbak…
terima kasih atas inspirasimu untuk terus menulis..dengan indah..
Aku doakan Tuhan terus memperkokoh simpul-simpul putih yang mengikat Mbak Dina dan si “Lelaki dengan wangi matahari” nya..
Wassalamualaikum..

ndoro kakung Says:
Na, anakku kan masih kelas 1 SD. ah, kamu pedofil ya … kekekek….

mamat Says:
as usual, awesome story

dinda Says:
aku sebeeeeellll…. aku iriiiiiiiiiiii… hiks.. mau dong punya kawiiinnn hiks..hiks..